Larangan Mudik Efektif Besok, Polisi Jembrana Tambah Pos Penyekatan

by -31 views
Larangan Mudik Efektif Besok, Polisi Jembrana Tambah Pos Penyekatan

NEGARA – Menjelang pelarangan pemulangan, ribuan orang telah meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana.

Dalam sehari, hingga 22 ribu orang meninggalkan Bali untuk pulang lebih awal sebelum larangan pulang, Rabu (6/5).

Akibatnya, Kebijakan Jembrana menambahkan pos isolasi di Terminal Nasional untuk mencegah banyak orang menyeberang sehari sebelum larangan pulang.

Berdasarkan data dari PT. Kapal penyeberangan ASDP Indonesia di Pelabuhan Gilimanuk, dalam empat hari terakhir, sejak Sabtu (1/5) hingga Selasa (4/5) pagi kemarin, sebanyak 68.792 orang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Jumlah yang besar terjadi pada Senin hingga Selasa pagi, mencapai 22 ribu orang. Banyaknya pengguna jasa penyeberangan roda dua.

Baca:  Angkat Sampah Bawah laut, Lanal Denpasar Terjunkan Puluhan Penyelam

Jumlah sepeda motor pada Senin sebanyak 4.204 unit dan mobil 1.368 unit. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan hari biasa di Pelabuhan Gilimanuk.

Kapolsek Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, menjelang diberlakukannya larangan pemulangan, pihaknya membuat tambahan pos blokade di Terminal Umum Negara, Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Baluk.

Penambahan pos isolasi diberlakukan kemarin sore pukul 18.00 Wita, untuk mencegah bertambahnya wisatawan yang melewati Pelabuhan Gilimanuk menjelang larangan pulang.

“Pos tambahan ini bersifat situasional untuk mencegah pra-pelarangan sesuai aturan,” jelas AKBP Adi Wibawa.

Kapolsek AKBP Adi Wibawa menegaskan, terkait pelarangan pemulangan yang akan berlangsung besok (6/5), pengetatan protokol kesehatan bagi wisatawan.

Tidak hanya penggunaan masker, pemeriksaan juga dilakukan terhadap hasil uji usap antigen, genosa dan PCR secara cepat.

Baca:  Curi Helm, Lolos dari Jerat Hukum, Begini Pengakuan Bule Rusia

Sebelum larangan pulang, pos pembatas tambahan di Terminal Negara menyasar penumpang bus dan pemudik yang akan menyeberang ke Gilimanuk.

Jika tidak dilengkapi dengan persyaratan prov Covid-19 bagi wisatawan, mereka akan dideportasi. Tetap saja, kalau sudah ketemu, bisa jalan.

Larangan kembali, menurut surat edaran Gugus Tugas Covid-9, mulai berlaku besok. Alhasil, pos-pos blokade di seluruh kabupaten di Bali diaktifkan, termasuk di Provinsi Jembrana.

Salah satunya adalah pos isolasi di Cekik, Gilimanuk. Sebab, warga yang nekat pulang akan di-PHK di Cekik.

Namun, jika tidak memenuhi syarat sebagai exempt traveller, maka akan dikembalikan ke area aslinya.

Pelabuhan Gilimanuk juga tidak melayani pembelian tiket bagi wisatawan yang tidak termasuk dalam kategori pengecualian. Jadi, mereka yang nekad pulang tidak akan terhibur dengan membeli tiket penyeberangan.

Baca:  Polri tetapkan Bupati Nganjuk jadi tersangka

.

Komentar