Lagi! Kerugian PDAM Badung Rp13,8 M dan Bocor 40 Persen Disorot

by -20 views
Lagi! Kerugian PDAM Badung Rp13,8 M dan Bocor 40 Persen Disorot

MANGUPURA – Lingkaran DPRD Badung kembali menyoroti kinerja jajaran direksi Syarikat Minuman Daerah (Perumda) Air Minum alias PDAM Tirta Mangutama Badung.

Pasalnya, perusahaan pelat merah itu mengalami kebocoran hingga 40,6 persen sehingga merugikan sekitar Rp 13,8 miliar.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Badung menggelar audiensi (RDP) dengan jajaran Direksi Perumda Minum Air Tirta Mengutama Badung, Selasa (4/5) di Gedung DPRD Badung.

Pada kesempatan tersebut rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandinata bersama Wakil Ketua Komisi III I Nyoman Satria dan dihadiri sejumlah anggota komisi.

Sedangkan jajaran direksi perusahaan air minum milik pemerintah dihadiri oleh Direktur Perumda Tirta Mangutama Air Minum I Wayan Suyasa, Dirtek dan Dirum serta jajaran pengawas I Wayan Tirta.

Baca:  Soal Cueki Surat Walhi, Ini Jawaban Pemkot Denpasar

Alit Yandinata menegaskan, kebocoran mencapai 40,6 persen dan berpotensi terjadi permainan antar petugas meteran PDAM. Dia menyerukan tindakan segera diambil terhadap ofisial yang bermain.

“Begini caranya ada 13 ribu pelanggan yang 0 meternya tidak dipakai sama sekali. Saya minta sikap tegas itu,” kata Alit Yandinata, kemarin.

Politisi PDIP Badung dari Dauh Yeh Cani, Abiansemal, meminta jajaran direksi bekerja keras agar kejadian yang pertama kali terjadi di PDAM Badung tidak terulang lagi tahun depan.

“Kami minta direksi terus bekerja keras,” jelasnya.

Senada, Nyoman Satria meminta penjelasan tentang langkah apa yang diambil untuk menutupi kerugian yang terjadi. Apalagi saat Anda merugi, gaji dan THR ke-13 serta tunjangan kinerja tetap bisa dibayarkan. Menurutnya, tunjangan kinerja diberikan saat menunjukkan kinerja yang baik.

Baca:  Poltekpar Bali tetap lakukan perkuliahan daring saat pandemi

“Bagaimana mengukur kinerja dalam situasi rugi. Apa langkah yang diambil Direktur Presiden,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Mangutama I Wayan Suyasa mengatakan telah melakukan beberapa langkah, salah satunya efisiensi. Baik dari gaji karyawan hingga program kerja.

“Kami mengurangi pendapatan gaji THL (pekerja harian mandiri) hingga 50 persen. Kami juga menghapus jatah premi. Termasuk asuransi, kami juga turunkan, dan pengurangan gaji ke-13,” kata Suyasa.

Selain itu, ada juga pengurangan biaya lainnya. Seperti belanja rutin dan non-rutin. Pelaksanaan program tidak mendesak juga tertunda. Hasil sisir Rp 2,5 miliar.

Alhasil, kerugian itu terjadi karena 10 ribu pelanggan di bisnis pariwisata mengalami kendala terkait Covid-19. Meski jumlah pelanggan rumah tangga lebih banyak, yakni lebih dari 60 ribu, mereka tidak mampu menanggung biaya produksi.

Baca:  Pedagang Pasar Amlapura Takut Divaksin, Usai Disuntik Ini Komentarnya

“10 ribu pelanggan pariwisata biasanya bisa mensubsidi pelanggan rumah tangga,” ujarnya.

.

Komentar