PAD dari Pajak Daerah Anjlok, DPRD Tabanan Minta Optimalkan Aset

by -19 views
PAD dari Pajak Daerah Anjlok, DPRD Tabanan Minta Optimalkan Aset

TABANAN – Masih banyaknya aset Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sampai saat ini tidak terurus dan terbengkalai, menjadi perhatian serius DPRD Tabanan. Seperti terungkap dalam rapat Pansus VI DPRD Tabanan dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam pertemuan dengan pihak eksekutif disebutkan beberapa masalah aset daerah yang belum jelas pengelolaannya.

Berawal dari aset tanah Bedugul, Baturiti DTW, yang kini mandek meski ada pengaturan. Kemudian aset tanah seluas 104 hektar, bekas Perusahaan Umum Kecamatan Dharma Santika, aset tanah di Desa Pangkung Tibah, aset tanah di pusat perbelanjaan Kota Tabanan dan beberapa lainnya.

“Kami minta kepada eksekutif untuk mengelola aset tersebut dengan baik. Ini usulan kami. Agar aset tersebut bisa menambah pendapatan daerah,” kata Ketua Pansus VI DPRD I Nyoman Arnawa, dalam rapat dengan pengurus, Selasa (4/2). / 5).

Arnawa mengatakan bahwa aset tersebut tidak dapat diabaikan, aset tersebut tidak dapat disertifikasi. Ia khawatir partainya tidak akan kehilangan tanah pemerintah daerah. Apalagi nanti menjadi masalah.

Baca:  Pemantauan harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri

“Jangan sampai terulang lagi seperti di Pantai Nyanyi Kediri Tabanan. Setelah kita cek di sawah, sudah ditata lahannya. Padahal itu aset pemerintah daerah,” ujarnya.

Panitia Aset Khusus sebenarnya dibentuk pada 2020 tetapi masalahnya ada pada Covid-19. Sampai lamarannya terlambat. Namun, partainya dan anggota Dewan Tabanan sudah bekerja sejak 2020.

Arnawa menambahkan, panitia khusus aset dibentuk tanpa alasan. Karena melihat banyak aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan belum tertata dengan baik dan baik sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Padahal aset bisa memberikan PAD.

Oleh karena itu perlu adanya optimalisasi aset daerah, karena potensi aset belum dikelola secara optimal yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dan pada akhirnya tidak ada tuntutan kepemilikan aset antara masyarakat dan pemerintah.

Baca:  Danrem Wira Satya: Di Bali banyak zona merah, prokes wajib diperketat

Apalagi, saat ini di tengah pandemi Covid-19, sektor penerimaan kabupaten dari pajak hotel dan restoran mengalami penurunan. Hanya sektor aset yang dapat meningkatkan PAD Tabanan.

“Sekarang ini merupakan kajian mendalam dan memberikan masukan bagaimana sistem pengelolaannya ke depan. Apakah akan dijalankan atau dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan? Semoga aset ini bermanfaat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, dari pihak eksekutif dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tabanan Ida Bagus Wiratmaja. Ada pula Ketua Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti. Serta beberapa kepala pejabat atau badan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan (Bakeuda) Kabupaten Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti mengakui aset pemerintah kabupaten itu banyak. Ada beberapa aset yang diperiksa pihaknya di lapangan.

Baca:  Melaut, Warga Kuta Selatan Tewas Terjebak Lumpur di Teluk Benoa 

Salah satu asetnya ada di Desa Pangkung Tibah, Kediri. Setelah terdeteksi, hingga saat ini proses administrasi aset masih menjadi milik Pemerintah Kabupaten Tabanan. Itu juga tidak bekerja sama dengan pihak ketiga.

Sedangkan aset di pantai belum sepenuhnya dikelola. Aset itu milik Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hanya saja belum sepenuhnya dikuasai dinas pariwisata, jelasnya.

Ini karena pendapatan dari sektor pajak hotel dan restoran menurun akibat wabah. Memang salah satu cara mengoptimalkan PAD dari sisi aset. Pasalnya, banyak aset pemerintah daerah yang berpotensi mendatangkan PAD.

“Kita punya 15 market kan? Market e-retribution itu berlaku. Artinya pembayaran online sudah bisa melihat berapa pendapatan yang dihasilkan. Jadi, ini bisa diterapkan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor-sektor dengan sektor unggulan di industri dan perdagangan. Tabanan, “dia menyimpulkan.

.

Komentar