Jalur Denpasar – Gilimanuk Dijaga Ketat, Masih Nekat Paksa Putar Balik

by -30 views
Jalur Denpasar – Gilimanuk Dijaga Ketat, Masih Nekat Paksa Putar Balik

TABANAN – Pemerintah telah menetapkan sejumlah regulasi untuk mencegah penularan Covid-19 selama Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

Dengan menerapkan kebijakan pelarangan mudik lebaran, mulai Kamis (6/5) hingga 17 Mei mendatang.

Untuk mencegah perjalanan wisata, Kebijakan Tabanan bersama Dinas Angkutan Tabanan mulai melakukan pengetatan dan pengecekan jumlah wisatawan yang menggunakan bus Gunung Harta.

Rabu (5/5) lalu, sejumlah wisatawan yang menggunakan bus Gunung Harta melakukan pengecekan dokumen.

Ini termasuk memeriksa sertifikat Covid-19 gratis atau sertifikat tes cepat bersama dengan kartu identitas penumpang.

Ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang bepergian untuk pulang untuk liburan tidak benar-benar dipastikan positif Covid-19. Agar tidak menyebar ke orang yang ada di kampung halaman.

Baca:  Catat! Setiap Tahun Air Keruh saat Penghujan, PDAM Denpasar Buat Kanal

“Hari ini (kemarin) kami hanya mengecek wisatawan yang menggunakan angkutan bus dengan sertifikat Covid-19 gratis. Namun, Kamis ini kebijakan larangan pemulangan sudah dimulai.

Semua dokumen akan kami periksa agar tidak ada yang pulang, ”kata Kapolsek Tabanan AKP Ni Putu Wila Indrayani.

Operasi pengetatan pelarangan mudik lebaran difokuskan pada jalur nasional Denpasar-Gilimanuk. Dengan fokus pengetatan tiang pembatas di Desa Megati, Selemadeg Timur.

Penutupan tersebut selanjutnya akan dibantu oleh Dinas Perhubungan Tabanan, aparat TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan pembobol desa adat.

“Total ada sekitar 120 petugas yang nantinya akan dilibatkan untuk isolasi. Targetnya selain wisatawan adalah angkutan travel yang mengangkut penumpang pada malam hari. Termasuk mobil pribadi dan sepeda motor,” ucapnya.

Baca:  Operasi penertiban prokes di Denpasar

AKP Wila menegaskan tidak akan mentolerir wisatawan yang bertekad melanggar kebijakan larangan pulang. Jika itu tidak melengkapi dokumen resmi.

Seperti sertifikat Covid-19 gratis, perjalanan dinas dan dokumen lainnya. “Sesuai dengan perintah dari atasan untuk pulang, kami minta giliran,” ucapnya.

Sedangkan jika ada wisatawan yang melengkapi izin kedatangan Idul Fitri, seperti surat kebutuhan orang sakit, karena hamil, meninggal dunia atau dokumen perjalanan dinas, mereka tetap diperbolehkan melakukan perjalanan.

.

Komentar