Telusuri Varian Baru Covid-19 di Bali, Kemenkes Obok-obok Sukawati

by -47 views
Telusuri Varian Baru Covid-19 di Bali, Kemenkes Obok-obok Sukawati

GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster dua hari lalu mengumumkan varian baru Covid-19 telah masuk ke Bali.

Untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut, Dinkes bersama Kementerian Kesehatan mendatangi Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Kepala Bidang Penyuluhan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Gianyar AA Anom Sukamawa membenarkan pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan.

“Saat ini sedang diperiksa petugas dari Kementerian Kesehatan,” kata Anom Sukamawa. Menurut dia, penyidikan sudah dilakukan sejak Senin (3/3) lalu di salah satu kawasan di Kabupaten Sukawati.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan pemeriksaan di mana dan seperti apa dari pejabat Kementerian di Kabupaten Sukawati.

“Ampura (maaf red) tidak bisa dipublikasikan, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” terangnya.

Baca:  Kasus alat antigen bekas, Erick pecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika

Namun, dia memastikan pemerintah hadir di tengah daerah demi kesehatan masyarakat.

“Yang jelas Tim Kesehatan sudah bergerak mengantisipasi agar tidak terjadi penyebaran yang masif,” jelasnya.

Terkait target di daerah di Kabupaten Sukawati, Anom Sukamawa menyatakan ada hubungan erat dengan pasien varian baru.

“Diduga ada hubungan erat di sana. Kami kemarin mengambil sampel darah di Puskesmas,” jelasnya.

Untuk mencegah penyebarannya di masyarakat, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melupakan atau mengabaikan tata tertib kesehatan. “Tingkatkan kesadaran dan perwakilan,” pintanya.

Prokes berupa gerakan 3M yang sering bergema. Diantaranya memakai topeng; jaga jarak satu sama lain dan curi tangan Anda secara berkala

Sebagai gantinya, berbagai upaya telah dilakukan pihak berwenang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Diantaranya adalah isolasi wisatawan.

Baca:  Simone Inzaghi tinggalkan Lazio dan beralih ke Inter Milan

Begitu pula dengan Polda Gianyar dalam Operasi Ketupat Agung 2021 yang digelar selama 12 hari mulai 6-17 Mei lalu.

Kapolsek Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana mengatakan, dalam operasi Ketupat Agung pada 2021, pihaknya melarang warga untuk kembali ke kampung halaman.

“Masyarakat tidak boleh bolak-balik untuk mencegah penyebaran Covid-19, setelah tiba di daerah masing-masing dan dari daerah yang berbeda,” kata AKBP Dewa Adnyana.

Kepolisian berharap seluruh aparatnya bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa Lebaran 2021 dilarang.

Jika terus mudik saat lebaran akan diberikan sanksi berupa menyalakan kendaraan saat sampai di pos pemeriksaan.

“Semoga masyarakat paham dan paham bahwa larangan pulang bukan berarti melarang umat Islam merayakan Idul Fitri mendatang

Baca:  Wayan Udayana pimpin PLN Bali gantikan Adi Priyanto

setahun sekali, tapi demi upaya dan perlindungan untuk melindungi masyarakat dari penularan rantai Covid -19, ”pungkasnya.

Polisi melalui Satuan Dikyasa juga mengimbau agar tidak kembali lewat radio. Seperti di Unit Gawat Darurat Polres Gianyar, Rabu (5/5). Untuk keramahan, gunakan saja video call.

.

Komentar