Pertahankan Kualitas Buah Tetap Segar, Peneliti Unwar Temukan Ecogel

by -43 views
Pertahankan Kualitas Buah Tetap Segar, Peneliti Unwar Temukan Ecogel

DENPASAR – Buah merupakan salah satu makanan terpenting untuk dimakan oleh manusia. Apalagi di tengah wabah Covid-19, belum jelas kapan akan berakhir.

Agar tidak cepat busuk, Luh Suriati peneliti Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa berhasil menemukannya.

Edible Coating Gel Aloe Vera (Ecogel) yang berguna untuk menjaga kualitas buah potong segar.

Awalnya, Suriati mendapatkan formula Ecogel terbaik menggunakan gel lidah buaya dengan campuran asam sitrat nano, asam askorbat, dan kalium sorbat dengan konsentrasi 0,15%.

Kualitas mangga segar dan rambutan menurun pada hari ke-6, sedangkan manggis bertahan hingga hari ke-9.

Ia menekankan bahwa konsentrasi dan lama perendaman ecogel berpengaruh terhadap karakteristik buah segar tropis mangga, manggis dan rambutan.

Baca:  Kadispenal: saat ini, fokus pencarian KRI Nanggala di dekat Celukan Bawang

Konsentrasi Ecogel sebesar 50% dengan lama perendaman 1 menit dapat menjaga kualitas buah tropis yang segar.

“Penampakan visual mangga dan rambutan segar bertahan hingga hari ke-6, sedangkan manggis bertahan hingga hari ke-9 penyimpanan.

Penampilan buah manggis yang baru dipotong juga lebih menarik setelah diaplikasikan Ecogel dibandingkan dengan buah aslinya yang lebih putih, berair dan mengkilat, ”jelasnya.

Ecogel merupakan bahan alami yang potensial karena mengandung berbagai senyawa fungsional. Ecogel dengan aditif antioksidan nano, acidulants,

dan antimikroba dapat digunakan sebagai matriks aditif untuk menjaga kualitas buah tropis segar.

“Lapisan yang dapat dimakan juga sangat membantu dalam menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan produk potongan segar.

Baca:  DMI: Shalat Id di Bali akan dilaksanakan dengan prokes ketat

Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet sekaligus pelapis untuk dimakan adalah gel lidah buaya, karena mengandung polisakarida yang mengandung lebih dari 75 senyawa kimia fungsional, ”kata Suriati.

Seorang perempuan kelahiran Singaraja, 22 Januari 1966 mengungkapkan bahwa kelemahan buah segar potong adalah sifatnya yang sangat mudah rusak dan umur simpan yang lebih pendek dari buah utuh.

Proses yang minimal mengakibatkan cedera jaringan, perubahan aktivitas fisiologis, patologi dan kerentanan terhadap kerusakan fisik.

Penurunan mutu dan umur simpan buah potong segar sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bakunya.

Suriati menambahkan dalam penelitiannya digunakan 3 jenis buah yaitu mangga, manggis dan rambutan.

Karakteristik mangga, manggis dan rambutan mengalami perubahan pada hari ketiga, dimana mangga menunjukkan perubahan yang lebih cepat.

Baca:  Sydney hadapi banjir terparah, Australia evakuasi ribuan orang

Karakteristik awal bahan baku buah sangat menentukan keberhasilan proses pelapisan.

.

Komentar