Kasus Dugaan Kepsek di Jembrana Cabuli Siswa Sudah Masuk Penyidikan

by -67 views
Kasus Dugaan Kepsek di Jembrana Cabuli Siswa Sudah Masuk Penyidikan

NEGARA – Proses hukum dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolah di Kabupaten Mendoyo dipastikan akan terus berjalan. Untuk itu, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jembrana memberikan bantuan kepada para korban. Padahal, kasus tersebut sudah memasuki tahap penyidikan.

Bantuan kepada terduga korban pelecehan seksual yang masih di bawah umur, telah diberikan sejak kasus dugaan pelecehan tersebut terbuka. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan anak sebagai korban, disediakan bantuan psikologis.

“Sejak kasusnya muncul, kami sudah mendampingi korban,” kata anggota P2TP2A Jembrana Ida Bagus Panca Sidarta.

Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, lanjutnya, menjadi perhatian agar kondisi mental anak sebagai korban tidak berkurang hingga mereka bisa terus belajar dan beraktivitas seperti biasa. Pendampingan juga dilaksanakan hingga selesainya proses hukum untuk masing-masing kepala sekolah.

Baca:  DEN bahas antisipasi Darurat Energi Tenaga Listrik dalam rakor di Bali

Menurut pria yang juga pengacara ini, kasus dugaan pelecehan seksual anak di bawah umum oleh kepala sekolah tempat korban berada di sekolah tersebut sudah memasuki tahap penyidikan di Satreskrim Polres Jembrana.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Jembrana diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh kepala sekolah, GK, 58. Seorang siswa yang masih duduk di kelas IV diganggu oleh seorang kepala sekolah yang cabul dengan tatapan terbatas – menghadapi klinik pembelajaran di sekolah.

Dugaan pelecehan seksual terhadap siswa tersebut terungkap saat korban dan teman sekolahnya belajar secara berkelompok di rumah korban. Saat itu salah seorang teman korban mengungkapkan kepada ibu korban bahwa korban adalah murid kesayangan kepala sekolah, ternyata kepala sekolah pernah mencium korban.

Baca:  Kementerian PUPR Gelontor Rp 1,4 M untuk Bedah Rumah 70 KK di Tabanan

Namun kisah teman korban diabaikan oleh ibu korban. Malam harinya, ibu korban menanyakan langsung kepada korban tentang kisah teman korban. Saat itu, korban menceritakan apa yang terjadi pada ibu korban, bahwa kepala sekolah melakukan pelecehan seksual terhadap korban di ruang UKS sekolah sementara siswa lainnya diam saat sekolah sepi. Mendengar cerita anaknya, ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jembrana.

.

Komentar