Bupati GP Siap Kerahkan Damkar Untuk Penyemprotan Disinfektan Organik

by -24 views
Bupati GP Siap Kerahkan Damkar Untuk Penyemprotan Disinfektan Organik

MANGUPURA-Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada 5 Juni 2021, Pemerintah Kabupaten Badung bekerjasama dengan Eco-enzyme Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan organik.

Penyemprotan desinfektan organik bertujuan untuk membersihkan udara di lingkungan Pusat Pemerintahan Daerah Badung pada khususnya dan wilayah Kabupaten Badung pada umumnya.

Seperti terungkap saat Bupati Badung Nyoman Giri Prasta (GP) menerima audiensi dari Eco-Enzyme Nusantara, Kamis (3/6) di Kantor Bupati Badung, Puspem Badung.

“Kami sebagai pemerintah daerah sangat mengapresiasi komunitas eco-enzyme Nusantara yang mengolah sampah organik rumah tangga (berupa buah-buahan dan sayuran) menjadi cairan desinfektan Eco-Enzyme organik yang dapat membersihkan udara,” ujar Giri Prasta.

Untuk itu, untuk menyukseskan pelaksanaan penyemprotan disinfektan organik ke udara, Giri Prasta akan mengerahkan seluruh petugas pemadam kebakaran (damkar) milik Kabupaten Badung.

Baca:  UEFA usut sinar laser ke arah Kasper Schmeichel pada semifinal Euro

Dengan mengambil tempat berkumpul di Puskesmas Badung, penyemprotan kemudian akan menyebar ke daerah masing-masing berkoordinasi dengan kepala daerah dan bengkel terkait.

“Semua armada yang kita miliki akan kita kerahkan untuk menyukseskan kegiatan ini. Seluruh armada akan berkumpul di Puspem sebelum melakukan penyemprotan di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Ditambahkan Giri Prasta, apa yang telah dilakukan Eco-Enzyme Nusantara ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam menyelesaikan permasalahan sampah langsung pada sumbernya, melalui pengelolaan sampah 3R di setiap desa di Badung.

“Di Kabupaten Badung, dalam menangani sampah organik, kami menginstruksikan masyarakat untuk membuat kompos, yang kami beli dan bagikan kepada petani sebagai pupuk organik. Kedua, kami mengolah sampah organik menjadi belatung.

Baca:  Kontrak berakhir, Messi resmi berstatus bebas transfer

Sedangkan untuk mengatasi sampah non organik, kami bekerja sama dengan Mangu Srikandi, kendala yang kami hadapi saat ini hanya pengolahan sampah.

Jika program eco-enzyme ini efektif, bisa kita gabungkan dengan program yang ada di Kabupaten Badung, sehingga kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat, setidaknya untuk merekrut tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Eco-Enzyme Nusantara Bali dan Indonesia Joko Ryanto menjelaskan bahwa cairan Eco-Enzyme berasal dari sampah organik yang difermentasi selama 3 bulan dan diteliti oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand yang juga kepala pertanian organik di Thailand.

“Tujuan kami menyemprotkan disinfektan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk membersihkan udara dan bertindak sebagai desinfektan organik. Yang tidak memiliki efek samping dan sebenarnya sangat baik bagi manusia bila terkena disinfektan dan aman bagi lingkungan,” ujarnya.

Baca:  Gubernur Bali: Atasi sampah butuh dukungan semua pihak

Joko Ryanto menambahkan, kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Bali dan Indonesia dengan harapan penyemprotan disinfektan organik dapat cepat memulihkan pariwisata di Bali dan membuat lingkungan hidup di Bali lebih sehat.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan konsep kehidupan masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana yaitu hidup rukun dengan Tuhan dengan sesama manusia dan dengan lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah menerima kami dengan baik dan mendukung kegiatan kami,” ujarnya.(rb)

.

Komentar