Senjata Makan Tuan! Buang Limbah ke Got, Terganggu Limbah Sendiri

by -35 views
Senjata Makan Tuan! Buang Limbah ke Got, Terganggu Limbah Sendiri

GIANyar – Saat pistol itu memakan tuan. Itulah yang terjadi pada warga Desa Banjar/Sebatu, Kabupaten Tegalalang. Sampah rumah tangga yang dibuang ke selokan kini menimbulkan bau tak sedap.

Serangan bau busuk itu meletus pekan lalu. Ketika proyek drainase menyumbat saluran irigasi. Otomatis, saluran pembuangan tidak memiliki air. Petugas sempat menyemprotkan Eco Enzyme ke saluran air kotor. Cairan dari bahan alami untuk mencegah bau.

Usai penyemprotan, karena warga masih membuang sampah ke selokan, Rabu (9/6) lalu, keluhan kembali muncul.

Menurut sejumlah sumber, disebutkan bahwa perilaku sebagian warga yang membuang sampah rumah tangga di Banjar Sebatu sudah lama ada. Namun sejauh ini, sampah-sampah tersebut telah dibersihkan dengan saluran irigasi di selokan dekat pemukiman.

Baca:  Presiden pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Terkait hal tersebut, Kepala Desa Sebatu, Asrama Wayan Tangsi, membenarkan hal tersebut. Adapun jumlah KK yang membuang sampah ke saluran irigasi, dia belum mengetahui jumlah pastinya. Tapi tentu saja, ada banyak.

“Sudah lama, sebelumnya tidak terjadi seperti ini karena langsung hanyut. Sekarang sedang memperbaiki saluran irigasi, jadi sekarang sudah terkumpul, dan menimbulkan bau busuk,” katanya.

Belum lama ini, pihaknya dibantu petugas TNI untuk menghilangkan bau tersebut. Namun karena ada tumpukan sampah baru, baunya menyengat lagi.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kelian setempat, agar warga tidak lagi membuang sampah rumah tangga ke saluran drainase.

“Mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini masyarakat mengerti dan tidak lagi membuang sampah rumah tangga ke saluran drainase,” ujarnya.

Baca:  Romelo Lukaku antar Belgia hancurkan Rusia 3-0

Sementara itu, Ketua Kecamatan Tegalalang, I Komang Alit Adnyana mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan bau tersebut.

“Kami mengajak warga untuk gotong royong, tapi karena sampahnya terlalu banyak, jadi tidak kuat,” ujarnya.

Pemkab juga meminta peran serta masyarakat untuk hidup bersih.

“Pada dasarnya dengan adanya kejadian ini, kami terus memberikan edukasi agar warga tidak lagi membuang sampah rumah tangganya secara sembarangan,” pungkasnya.

.

Komentar