KPK Dilemahkan, Mahasiswa dan Pelajar di Bali Bikin Konser Perlawanan

by -56 views
KPK Dilemahkan, Mahasiswa dan Pelajar di Bali Bikin Konser Perlawanan

DENPASAR – Isu dugaan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih belum terselesaikan. Salah satunya dengan mengurangi atau memberhentikan sejumlah pegawai KPK yang saat ini sedang menangani kasus besar.

Hal ini juga ditanggapi oleh organisasi kemahasiswaan dan mahasiswa di Bali. Yakni Front Demokrasi Perjuangan Rakyat (Frontier-Bali) dan Aliansi Mahasiswa Bali memilih menggelar konser musik dan juga pameran karya dari beberapa komunitas seni bertajuk “Bersama Kita Melawan Rasuah.

Acara yang digelar pada Kamis (10/6/) 2021) di Haluan Coffee Jalan Nangka Selatan, Denpasar ini juga menerapkan protokol kesehatan.

Disebutkan bahwa acara ini dibuat sebagai bentuk solidaritas terhadap pegawai (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang dipecat dengan menjalani Tes Visi Nasional (TWK) yang dilakukan pimpinan KPK.

Baca:  Menteri PUPR tak mau wariskan proyek mangkrak ke kabinet mendatang

Mereka mengatakan, pemecatan 51 pegawai KPK yang berintegritas merupakan upaya untuk melemahkan KPK.

Natri Krisnawan selaku Sekjen Perbatasan-Bali mengungkapkan, acara ini merupakan bentuk perlawanan mahasiswa terhadap upaya pelemahan KPK.

“Acara yang dimulai Frontier-Bali dan Aliansi Mahasiswa Bali sebagai bentuk protes kami terhadap kelemahan KPK oleh pimpinannya,” kata Natri.

Lebih lanjut Natri mengatakan, upaya pelemahan tersebut antara lain diskriminasi dan kriminalisasi terhadap 51 pegawai KPK, hingga revisi UU KPK yang mengamanatkan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pada akhirnya, ia menghasilkan Tes Wawasan Nasional (TWK) sebagai acuan untuk mengalihkan status pegawai KPK ke ASN.

“Jelas ini kelemahan KPK karena yang dipecat adalah pegawai yang berintegritas dan menangani kasus korupsi yang merugikan negara lebih dari satu triliun rupiah,” lanjutnya.

Baca:  Belum Ada Sekkab Definitif, Penjabat Sekkab Jembrana Diusulkan Lagi

Di sisi lain, Mony Artha selaku koordinator acara mengatakan bahwa acara tersebut juga membuka kotak sumbangan untuk Koden, vokalis grup punk asal Bali, Natterjack.

Ini merupakan bentuk solidaritas dan kemanusiaan terhadap vokalis grup Natterjack karena sikap kritisnya terhadap masalah sosial yang dituangkan dalam lagunya.

“Ini sebagai bentuk dukungan kepada Koden agar cepat sembuh dari penyakitnya,” kata Mony.

Acara dimeriahkan oleh beberapa kelompok yang tidak asing lagi bagi anak muda seperti Reinover, Tersoerah, Iron Head, dan Cats Roll. Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan buku-buku seru dari Frontier Reading Stall, pameran karya komunitas seni seperti thin cut, sepatu, gazebo belakang dan asam lambung.

Baca:  Pemkot Denpasar bagikan 1.384 sembako ke petugas kebersihan

Jumlah karya yang dipamerkan lebih dari 15 karya baik berupa lukisan, karikatur, komik, maupun karya tulis seperti opini dan puisi. Acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dari Arika Dharma, Yan Satya, Gung Surya dan Yudis serta orasi.

.

Komentar