Pertama di Asean, Tol Gilimanuk-Mengwi Ada Jalur untuk Pesepeda Gayung

by -28 views
Pertama di Asean, Tol Gilimanuk-Mengwi Ada Jalur untuk Pesepeda Gayung

TABANAN-Rencana pembangunan mega proyek tol Mengwi-Gilimanuk sepanjang 92,21 kilometer masih dalam proses.

Jika tidak ada kendala, proyek pembangunan jalan tol yang melintasi tiga kabupaten di Bali (Badung, Tabanan, dan Jembrana) yang diperkirakan menelan biaya Rp 17 triliun dan membutuhkan lahan sekitar 1.069,44 hektar itu akan dimulai pada Desember 2021.

Selain proses sosialisasi, pemerintah juga menggelar pembahasan rencana tol Mengwi-Gilimanuk di setiap kecamatan.

Rencananya, desain akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing provinsi atau kabupaten.

Selain itu, tol Mengwi-Gilimanuk juga akan didesain berbeda dengan tol di wilayah lain di Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Bidang Perencanaan dan Penyelesaian Penataan Ruang Kerja (PUPRKP) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, Putu Suarjana.

Baca:  Kapolri tawari anak prajurit KRI Nanggala-402 jadi anggota Polri

Rapat usai menggelar rapat di kantor dengan pemilik toko dan camat, Jumat (11/6), ia menjelaskan, rencana pembangunan tol Mengwi-Gilimanuk akan lebih spesifik dibandingkan tol lain di Indonesia.

Menurut Suarjana, spesifikasi desainnya mirip dengan perlintasan yang melewati jalan raya atau ke lokasi dan pusat keagamaan.

Menurutnya, untuk tempat-tempat upacara, seperti tempat melasti, upacara pemakaman dan upacara lainnya, jalur tol dirancang khusus untuk dibangun di jalan tol dan bukan di jalan tol.

“Jadi jalan menuju pusat religi itu di atas jalan tol, bukan di bawah jalan tol. Jadi ini sedikit berbeda dari segi desain dari Jawa dan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Desain lainnya, dari Tol Gilimanuk-Mengwi, kata Suarjana, nantinya akan ada jalur khusus untuk kendaraan roda dua (sepeda motor) dan jalur untuk pengendara sepeda.

Baca:  Polemik Pelaba Pura di Tirta Empul Tak Berujung, Pemda Diminta Turun

Selain itu, terdapat titik simpul rest area dimana pengguna jalan tol dapat bersantai.

“Jalur khusus pesepeda telah dibuat untuk mendorong sport tourism di Bali. Mengingat nantinya di jalan tol akan dikembangkan pusat-pusat wisata baru. Sehingga wisatawan yang gemar berwisata dengan bersepeda bisa menggunakan jalur ini,” jelasnya.

Untuk rest area, kata Suarjana, rest area akan dibangun dengan menampilkan character design masing-masing kecamatan.

“Misalnya Kabupaten Tabanan dengan karakteristik gudang padi. ​​Karena potensi daerah ini adalah pertanian, maka fitur ini kemudian akan diunggulkan di area tol break,” ujarnya.

Menurut Suarjana, rencana desain ini sudah ditekankan oleh Pemprov Bali kepada para pemula, dalam hal ini PT Sumber Rodhium Perkasa yang merupakan pelaksana pembangunan jalan tol tersebut.

Baca:  Menparekraf terus pantau kesiapan Bali jelang pembukaan pariwisata

Lebih lanjut Suarjana menambahkan, pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi di Bali merupakan tahap awal untuk mencapai pertigaan jalur Pulau Bali.

“Kenapa begitu? Dari barat ke timur, tol Gilimanuk-Mengwi membentang langsung ke kawasan Batuan Purnama melalui Jalan Mantra Ida Bagus Rai,” jelasnya.

Sedangkan dari utara ke selatan akan ada jalan tol dari Celukan Bawang, Gerokgak melalui Mengwi.

“Nah, simpul Mengwi adalah simpul situs Pulau Bali dari barat ke timur melalui Mengwi dan sebaliknya. Dari utara ke selatan juga menembus kawasan Mengwi,” katanya.

.

Komentar