Dana BHP Tak Cair, Upah Petugas Kebersihan Gianyar Tersendat

by -28 views
Dana BHP Tak Cair, Upah Petugas Kebersihan Gianyar Tersendat

GIANYAR – Dana Bagi Hasil Pajak (BHP) untuk desa-desa di Gianyar belum dicairkan. Akibatnya, gaji pekerja kesejahteraan menurun. Seperti yang terjadi di Perangkat Desa Medanan, Kabupaten Blahbatuh. Kepala Desa Medahan, I Wayan Bhuana membenarkan hal tersebut.

“Tidak ada yang mogok di sini, buktinya semua berjalan seperti biasa. Seperti yang saya jelaskan, bukan hanya mereka yang terkena dampak. Desa lain juga, bahkan kami di desa Medahan, memiliki beberapa sumber anggaran untuk BHP (Pajak Bagi Hasil). Mulat sarira (introspeksi diri),” ujarnya, Jumat (11/6).

Bhuana mengaku, hingga bulan ini petugas kebersihan belum digaji. Oleh karena itu, mereka harus menabung terlebih dahulu. “Jujur, kami tidak mau operasikan jalan, kami tidak mau, karena pelayanan harus dijalankan. Padahal kami tahu masyarakat tidak dipungut biaya untuk pengumpulan sampah,” katanya.

Baca:  Ratusan Anak Usia Sekolah Tak Sekolah, Mayoritas Ada di Nusa Penida

Ia berharap semua pihak bisa saling memahami. “Satu hari telat dan beberapa jam, maklum, sekarang kita sudah membahasnya, tidak ada yang terlambat,” jelasnya.

Di Desa Medanan, ada 6 petugas kebersihan di Desa Medanan. Setiap tahun, desa memperkirakan Rp 260 juta untuk operasional truk sampah yang bersumber dari BHP. Bhuana mengulangi, tidak ada yang rusak, semuanya berjalan lancar.

“Tidak ada yang mogok jadi tidak ketinggalan. Sore ini semua sampah sudah tertangani dengan baik, kami komitmen ke staf, anggaran tahunan Rp 260 juta dari BHP,” ujarnya.

Untuk ke depan masih membahas estimasi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak desa adat agar pihak desa adat bisa membantu sementara sampai dana BHP turun.

Baca:  Gagal Mediasi, Giliran Warga Banyuasri Geruduk Kantor DPRD Buleleng

“Dari sini kita bahas masalah anggaran, koordinasi dengan desa adat. Karena dana BHP belum keluar, kita minta desa adat menyelesaikannya sementara. Kita masih melakukan koordinasi.

Di sisi lain, Perbekel Desa Sayan, Kabupaten Ubud, Made Andika juga mengakui dana BHP belum pernah dicairkan sebelumnya. Bedanya, BHP di Desa Sayan tidak dianggarkan untuk pelayanan sampah.

“Kami tidak memiliki armada truk sampah di Desa Sayan. Saat ini kami fokus pada bank sampah,” katanya.

Selama ini sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat Desa Sayan diangkut oleh banjar setempat. Biaya operasional juga dari Banjar.

“Walaupun kami tidak ikut. Rencananya baru tahun depan kami akan membuat TPS 3R, sesuai dengan cetak biru desa kami,” pungkasnya.

Baca:  Awak KRI Nanggala ada yang baru menikah

.

Komentar