Satwa Hyena Bali Safari Park Kritis, Terpaksa Diberi Susu Formula

by -29 views
Satwa Hyena Bali Safari Park Kritis, Terpaksa Diberi Susu Formula

GIANYAR – Bali kembali memiliki keluarga baru. Yakni, seekor hewan berbentuk Hyena yang sedang dirawat di Bali Safari Park. Sayangnya, hewan tersebut dalam kondisi kritis, sehingga harus diberikan susu formula.

Ya, dalam dua tahun, empat ekor hyena belang berada di Bali Safari Park. Empat hyena yang terdiri dari dua perempuan bernama Manama dan Adiiya, serta dua laki-laki bernama Hamad dan Riffa menjadi pujaan para pengunjung Bali Safari Park.

April lalu, dua bayi hyena laki-laki dilahirkan kembali di Taman Safari Bali, dari pasangan orang tua Adiiya dan Hamad laki-laki.

Kedua bayi laki-laki itu diberi nama A’ali dan Amman oleh tim satwa Bali Safari. Menurut drh. Yohana Kusumaningtyas, dokter hewan senior Bali Safari, mengatakan dua bayi hyena berusia 1 bulan saat ini sedang dirawat intensif oleh tim dokter.

Baca:  Anggota DPD: Bali masih beli bahan baku pupuk kandang dari Jawa

Pasalnya, setelah 6 hari melahirkan, air susu ibu Adiiya tidak cukup untuk kebutuhan anaknya. “Makanya, bayi Hyena diberikan susu formula setiap 4 jam sekali.

Dosis susu formula kemudian disesuaikan dengan pertumbuhan dan hasil penimbangan berat badan harian. Setelah 2 minggu lahir, mata bayi terbuka.

Seminggu kemudian, giginya mulai tumbuh dan dia belajar berjalan. Baru setelah berusia 1 bulan, dia diperkenalkan dengan diet yang dilengkapi dengan susu,” kata dr Yohana Kusumaningtyas.

Kelahiran bayi hyena di Bali Safari menjadi kebanggaan tersendiri bagi Taman Safari Bali. Apalagi di penghujung tahun 2020 tepatnya bulan Oktober, bayi Hyena lahir dengan sehat di Bali Safari Park.

Secara khusus, aktris Indonesia Jessica Iskandar, memberi nama “Mooi” kepada bayi Hyena. Kata Mooi diambil dari bahasa Belanda yang artinya cantik.

Baca:  Gelombang Pasang, Akses Jalan Putus, Puluhan Rumah Warga Rusak

“Mooi” lahir dari pria Manama dan Riffa. Menurut Asisten Kurator Bali Safari Park, Nyoman Suartawan,

Kelahiran bayi Hyena merupakan hasil kerja keras semua pihak di Bali Safari, termasuk para animal keeper yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip perawatan hewan yang baik.

“Saya berharap lebih banyak lagi konservasi satwa liar di Bali Safari, baik endemik Indonesia maupun dari luar negeri,” ujarnya.

Keberhasilan konservasi Hyena juga dapat diraih berkat dukungan seluruh lapisan masyarakat yang tidak pernah lelah mendukung kegiatan konservasi satwa di Bali Safari, dengan mengunjungi Bali Safari Park.

Diharapkan bayi-bayi Hyena tersebut tetap sehat dan terus tumbuh dengan baik, sehingga dapat segera bertemu dengan pengunjung Taman Safari Bali.

Baca:  Bupati Giri Prasta Ingatkan Porprov Jangan Timbulkan Klaster Baru

“Kelahiran bayi hyena ini merupakan salah satu keberhasilan asuhan kami, dan tentunya kami sangat bangga akan hal ini,” ujar Jennifer Suryadi, General Manager Bali Safari.

“Selain itu, semoga pengunjung bisa segera bertemu dengan bayi imut ini.

Pengunjung juga tidak perlu khawatir ketika datang ke sini, karena kami selalu mematuhi dan menjaga Protokol Kesehatan.

Pengunjung yang baru tiba di Bali Safari akan dicek suhu tubuhnya kemudian diberikan hand sanitizer. Selain itu, kami telah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap sudut area.

Dan, jangan lupa tim operasional kami yang tersebar di seluruh wilayah selalu menghimbau kepada pengunjung untuk selalu memakai masker,” imbuhnya.

.

Komentar