Bupati Buleleng: Pengelolaan lahan yang baik wujudkan pertanian berkelanjutan

by -23 views
Bupati Buleleng: Pengelolaan lahan yang baik wujudkan pertanian berkelanjutan

Singaraja, Buleleng (ANTARA) – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan permasalahan yang harus diselesaikan dalam usaha-usaha mengembangkan pertanian bukan hanya hulu dan hilir, namun pengelolaan penggunaan lahan yang baik juga mendesak untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Ia mengemukakan hal itu dalam “Milenial Smart Farming” yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, Deputi IV Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro Kecil Menengah Mohammad Rudy Salahuddin, dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Jumat.

Baca juga: BNI dukung petani digital lewat “Milenial Smartfarming” di Bali

Dalam sambutannya, Bupati Buleleng Agus Suradnyana menyampaikan bahwa penggunaan lahan pertanian yang tidak dikelola dengan baik akan berimbas pada konservasi air. Tidak seimbangnya penggunaan lahan, membuat pasokan air di dataran rendah di Buleleng kerap terganggu.

Baca:  2021, Kasad pastikan pengadaan kendaraan TNI AD lebih banyak

“Mata air di bawah sekarang berkurang, karena adanya penebangan. Daerah hortikultura harus dijaga dengan baik jangan sampai airnya tidak ada ke bawah,” ujarnya.

Ia menyatakan tata kelola penggunaan lahan bukanlah hal yang mudah untuk dikerjakan, karena berbenturan dengan harga. Dahulu, di dataran tinggi Buleleng banyak ditanami kopi dan pohon-pohon besar, berbeda dengan kondisi saat ini.

“Dulu banyak ditanami kopi arabika dan pohon besar jadi sungai di bawah punya air. Sekarang banyak tanaman bunga di atas, cengkeh di bawah, jadi air susah di bawah,” jelasnya.

Ia menjelaskan gagasan bagaimana pemerintah bisa turut andil dalam mengelola penggunaan lahan pertanian. Pemerintah bisa membeli tanah, untuk dikembalikan lagi ke masyarakat dengan sistem Hak Penggunaan Lahan (HPL), sehingga pemerintah juga bisa mengelola. “Misalnya sekian persen tanaman kopi sekian persen tanaman yang lebih menghasilkan. Seperti stroberi atau lainnya,” ucapnya.

Baca:  Bupati GP Siap Kerahkan Damkar Untuk Penyemprotan Disinfektan Organik

Baca juga: BNI berikan KUR kepada pegiat tanaman hias binaan IPB University

Ia berharap petani muda di Buleleng bisa terus mengembangkan pertanian. Pihaknya akan berdiskusi tentang masalah hulu-hilir hingga penggunaan lahan. “Dulu, susah mengajak pemuda untuk bertani, sekarang luar biasa adik-adik saya petani muda keren sudah menjadi pioner dalam pertanian inovatif yang menuju ke pertanian berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa apa yang dilakukan di Buleleng merupakan bentuk loncatan yang dilakukan untuk menggunakan seluruh kemampuan dalam merekayasa pertanian dengan pendekatan teknologi, dan kecerdasan buatan.

“Hari ini pemuda milenial di Buleleng mencoba aplikasi bersama BNI yang kita dukung bersama. Sesuai dengan arahan presiden untuk membangkitkan petani muda untuk tertarik dengan pertanian,” ucapnya.

Baca:  Pertamina prediksi konsumsi LPG meningkat selama Ramadhan

Menurutnya, dengan inovasi di bidang pertanian seperti yang dikenalkan dalam Milenial Smartfarming ini, maka bisa memantau vegetasi atau pertumbuhan pertanian. “Dengan demikian kita bisa memasarkan tepat waktu dengan hitungan yang baik. Pertanian ini harus bekerjasama yang kuat dan tulus, nanti baru hadir kebangkitan ekonomi yang bisa dinikmati oleh rakyat,” tandasnya.

 

Komentar