KARMA Pria Asal Sumba Penganiaya Istri Siri Hingga Tewas Dibui 9 Tahun

by -24 views
KARMA Pria Asal Sumba Penganiaya Istri Siri Hingga Tewas Dibui 9 Tahun

DENPASAR– Terdakwa Pati Madu akhirnya mendapat karma dari perbuatannya. Pria 22 tahun asal Sumba itu divonis sembilan tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

Hakim menyatakan Pati Madu terbukti melakukan pelecehan terhadap istrinya, Margaretha Kaka. Akibat penganiayaan itu, korban berusia 27 tahun tidak bisa diselamatkan.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Dihukum sembilan tahun,” kata hakim I Dewa Budi Watsara, Jumat (11/6).

Putusan hakim itu dua tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 11 tahun penjara. “Bagaimana Anda menerima atau mengajukan banding?” tanya Hakim Budi Wattsara.

Baca:  Perda No 5/2019 Gratiskan Visum, Faktanya Masih Bayar, Dewan Meradang

Terdakwa yang hadir di Lapas Tabrakan Kelas IIA menyatakan menerimanya. “Ya, saya terima,” katanya dengan tenang. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum masih memikirkannya.

Perbuatan Tepung Madu tidak boleh ditiru. Terdakwa, yang dikenal temperamental, melecehkan Margaretha dengan memukul dan menendangnya.

Sayang, tendangan Paul mengenai perut kiri Margaretha. Akibat tendangan kungfu tersebut, Margaretha merasa sangat sakit dan harus dilarikan ke RS Sanglah, Denpasar.

Setelah menerima perawatan, kehidupan Margaretha mau tidak mau.

Pada 11 Desember 2020, Margaretha dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil otopsi di RS Sanglah, banyak ditemukan memar di tubuh korban.

Sedangkan pada bagian perut sebelah kiri terdapat lebam berwarna coklat dengan panjang 10 cm.

Baca:  MIHHH..,Gerara Rebutan Cowok, Dua Cewek di Sukasada Terlibat Duel

Dalam surat dakwaan dijelaskan bahwa pernikahan Paul dan Margaretha hanya dilakukan secara adat dan belum tercatat di Kantor Catatan Sipil (Disdukcapil).

Upacara pernikahan adat digelar pada Februari 2020 di Sumba, NTT. Sedangkan di Bali sama-sama tinggal di Jalan Demak, Gang Lange, Denpasar Barat.

Pada tanggal 8 Desember 2020 pukul 02.00 terjadi perbedaan pemahaman antara terdakwa dan korban.

.

Komentar