Napi Perempuan Peracik Disinfektan Oplosan yang Tewas Asal Jakarta

by -37 views
Napi Perempuan Peracik Disinfektan Oplosan yang Tewas Asal Jakarta

Peristiwa pesta desinfeksi campuran yang dilakukan oleh 21 orang tahanan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita (Lapas) Kelas II Denpasar ini sontak membuat heboh.

Tak hanya petugas Lapas, pesta minuman keras berbisa yang dicampur dengan minuman serbuk Nutrisari yang dilakukan puluhan napi perempuan juga membuat heboh banyak pihak.

MARCELL PAMPURS, Denpasar

Suasana di halaman Instalasi Gawat Darurat RSUP Sanglah Denpasar (IGD) sejak Kamis (10/6) terlihat semakin ramai.

Selain pasien mudik, ada juga petugas dari lapas yang mondar-mandir di rumah sakit terbesar di Bali dan Nusa Tenggara.

Menyelidiki penyidikan, keberadaan petugas Lapas di RS Sanglah Denpasar, ini tak lain adalah peristiwa yang terjadi di Lapas Wanita Kelas IIA Denpasar.

Baca:  Jepang darurat COVID-19, KOI berharap Olimpiade Tokyo tetap jalan

Sebanyak 21 orang tahanan wanita (WBP) kasus narkotika, warga binaan Lapas Wanita II A Denpasar, dirawat di rumah sakit usai menggelar pesta disinfeksi yang dilanggar.

Pesta yang diduga digelar WBP di tiga blok secara bertahap sejak Selasa (8/6) hingga Rabu (9/6) itu akhirnya berakhir ‘mati’.

Dari 21 tahanan, satu dinyatakan meninggal. Sedangkan menurut data yang disampaikan Kepala Lapas Wanita Kelas II A Denpasar, Lili harus menjalani perawatan intensif.

“Dua WBP menjalani cuci darah, satu meninggal tadi pagi (Jumat 11/6),” kata Lili saat dikonfirmasi awak media di Lapas Wanita Kelas II A, Denpasar, Jumat (11/6).

Lebih lanjut Lili menjelaskan, terkait identitas napi perempuan yang meninggal akibat meminum cairan yang dilanggar, yang berinisial RT.

Baca:  Peselancar Indonesia raih tiket Olimpiade Tokyo

Lili mengatakan RT berasal dari Jakarta dan merupakan napi narkoba yang divonis 5 tahun penjara.

“Yang bersangkutan (RT) baru menjalani (penjara) dua tahun,” jelas Lili di Lapas Wanita Kelas II A Denpasar, Jumat (11/6/2021).

Sementara itu, mengenai 21 orang napi yang menjadi korban penyalahgunaan disinfektan, dia menyatakan, mereka semua adalah narapidana narkoba yang tinggal di tiga blok berbeda di Lapas Wanita Kelas II A Denpasar.

Para tahanan dikatakan nekat meminum disinfektan yang dicampur Nutrisari karena diduga terbiasa meminum minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang sebelum masuk Lapas.

“Tadi pagi saya tanya. Mereka bilang kami tidak biasa, jadi kami tidak punya narkoba di sini,” kata Lili menirukan pernyataan beberapa tahanan.

Baca:  Kiat Raisa atasi stress berat di masa pandemi dan puasa

Ia melanjutkan, karena kebiasaan mengonsumsi obat-obatan dan alkohol sebelum dipenjara, puluhan perempuan akhirnya mencari alternatif lain selama di penjara.

“Mereka sedang memikirkan bagaimana mereka bisa mabuk di penjara. Jadi mereka mencari cara agar mereka bisa mengadakan pesta mabuk-mabukan,” jelasnya.

.

Komentar