Selama PPKM Darurat Jilid I, Pemkab Badung Segel 13 Usaha di Kutsel

by -2 views
Selama PPKM Darurat Jilid I, Pemkab Badung Segel 13 Usaha di Kutsel

MANGUPURA – Selama pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM), Kejaksaan Kabupaten Badung terus melakukan pemantauan. Ada sejumlah pelanggaran yang ditemukan oleh individu dan pelaku usaha. Namun, Selasa (20/7) ada 13 bisnis di Kuta Selatan yang harus ditutup.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara menjelaskan, berdasarkan laporan hingga Senin (19/7) sebanyak 449 pengusaha mendapat teguran lisan.

Untuk pelanggaran perorangan, 66 orang mendapat teguran lisan, 9 orang mendapat teguran tertulis, 6 orang mendapat pembatasan pekerjaan sosial dan 24 orang didenda.

Dari sekian banyak pelanggaran, 83 pelaku usaha mendapat teguran tertulis, 4 pelaku usaha didenda, dan 17 pelaku usaha ditutup,” kata Suryanegara, Selasa (20/7).

Baca:  Satgas COVID-19 Badung sidak perkantoran

Dikatakannya, sebagian besar usaha yang tutup selama PPKM Darurat berada di Kecamatan Kuta Selatan yang memiliki 13 usaha. Penutupan ini berlaku untuk usaha tidak penting yang masih buka selama PPKM Darurat dan ada beberapa usaha penting yang diduga masih menerima makan malam (eating on site).

“Kami sudah tutup berbagai jenis, mulai dari UKM hingga usaha besar (bar dan resto). Ada toko, gym, bar, resto/restoran, beauty house dan lain-lain,” jelas birokrat yang berbasis di Denpasar itu.

Dia mengatakan, penyegelan beberapa bisnis tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Baik dari Peraturan Gubernur Bali maupun Peraturan Bupati Badung.

“Yang pasti sudah ada SOP berdasarkan peraturan daerah dan peraturan daerah. Kalau untuk PPKM mikro, kami hanya memberikan teguran, pernyataan setelah itu hanya akan didenda atau ditutup selama 1 minggu. Saat PPKM darurat, kami bisa memberikan denda dan ditutup sementara,” pungkasnya.

Baca:  Gubernur Bali dan masyarakat tabur bunga bagi kru KRI Nanggala (video)

.

Komentar