Oknum Advokat Pemalsu Dokumen Putusan Kasus Cerai Dituntut Setahun

by -3 views
Oknum Advokat Pemalsu Dokumen Putusan Kasus Cerai Dituntut Setahun

SINGARAJA- Terdakwa Eko Sasi Kirono, 33, akhirnya divonis satu tahun penjara.

Hukuman penjara satu tahun untuk seorang pengacara di Buleleng menyusul tindakannya memalsukan dokumen putusan Pengadilan Negeri Singaraja.

Seperti terungkap saat sidang online pembacaan gugatan di PN Singaraja, Kamis (22/7).

Dalam persidangan dengan Ketua AA Ngurah Budhi Dharmana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Tri Surya Buana dan IGA Kade Ari Wulandari saat membacakan surat dakwaan yang menyatakan, Terdakwa Eko Sasi Kirono divonis melanggar Pasal 264 ayat 1 KUHP dan Pasal 264 ayat 2 KUHP sebagai tuntutan utama penuntut umum.

“Menuntut majelis hakim PN Singaraja yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, menghukum Terdakwa Eko Sasi Kirono satu tahun penjara selama terdakwa dalam tahanan,” kata Jaksa Penuntut Umum Tri Surya Buana.

Baca:  Satgas COVID-19 Bali minta masyarakat kurangi mobilitas

Namun, sebelum membacakan tuntutan jaksa, terlebih dahulu dijelaskan pertimbangan yang meringankan dan memperberat hukuman terdakwa defendant

Disebutkan bahwa yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa dianggap telah mencoreng nama baik Pengadilan Negeri Singaraja dan merugikan klien.

Dengan meminimalkan penilaian, terdakwa tidak pernah dihukum, sopan selama persidangan, dan masih memiliki tanggung jawab keluarga.

“Terdakwa telah meminta maaf kepada Pengadilan Negeri Singaraja dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Buleleng atas tindakan yang dilakukan,” tambah JPU Tri Surya Bhuana yang juga menjabat sebagai Ketua Keju Buleleng.

Berdasarkan tuntutan jaksa, ketua majelis hakim, AA Ngurah Budhi, menyatakan telah menunda sidang untuk mempertimbangkan tuntutan jaksa.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (4/8), dengan agenda pembacaan hasil.

Baca:  Digerudug Warga Banyuasri, DPRD Buleleng Minta Pasar Bermobil Dipindah

Seperti diketahui, hingga kasus ini dibawa ke pengadilan, berawal dari perbuatan terdakwa yang dengan sengaja memalsukan putusan gugatan cerai di Pengadilan Negeri Singaraja.

Padahal, ketika putusan gugatan cerai palsu dikeluarkan oleh tergugat, gugatan tersebut masih diproses di pengadilan.

Keputusan palsu tersebut kemudian dijadikan dasar untuk meminta surat cerai diterbitkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Pencatatan sipil kemudian menerbitkan akta cerai berdasarkan keputusan yang salah.

Terdakwa salah mengambil keputusan karena ingin mempercepat proses (penerbitan akta cerai).

.

Komentar