Kajari Cantik Beber Kerugian Pengadaan Sesajen, Nilainya Diluar Dugaan

by -3 views
Kajari Cantik Beber Kerugian Pengadaan Sesajen, Nilainya Diluar Dugaan

DENPASAR– Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar akhirnya menyuarakan kemajuan penyidikan dugaan suap dana dan penawaran palsu di Kota Denpasar.

Baru-baru ini, dalam kasus ini, meski Kejari Denpasar masih menunggu hasil audit resmi dari BPKP Bali, Kajari Denpasar Yuliana Sagala akhirnya mengungkap nilai kerugian dari kasus ini sebelumnya.

Bahkan kajari cantik ini mengaku punya perhitungan sendiri dalam hal ini.

“Dalam hitungan versi kami, kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar,” jelas Kajari yang aktif di Instagram (IG) dan memiliki lebih dari 8.000 pengikut.

Menurut Yuliana, saat ini PPKM Darurat terkendala dengan pemanggilan saksi. “Kami berharap hasil penghitungan BPKP segera keluar. Nanti kalau ada dugaan penetapan, kami akan umumkan,” kata Yuliana.

Baca:  PBNU: Penyerangan di Mabes Polri jadi PR besar

Sementara itu, Kepala Unit Khusus Kejari Denpasar I Nengah Astawa menambahkan, dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi dan APBD Kota Denpasar.

Menurut Astawa, jumlah saksi yang diperiksa cukup banyak. “Ada sekitar 100 saksi yang diperiksa,” jelasnya.

Astawa menjelaskan ratusan saksi tersebut antara lain 18 kepala desa adat, 21 Pekaseh atau subak klian, 25 banjar klian, 17 mitra, dan beberapa pejabat di Provinsi Bali dan Dinas Kebudayaan.

“Pada dasarnya ada indikasi penyimpangan dengan perkiraan kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar,” jelas Astawa.

Ditanya apakah ada pengembalian dana dari para pihak, Astawa mengatakan itu termasuk dalam materi penyidikan yang belum bisa diumumkan.

“Yang jelas kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kerugian negara,” kata Astawa.

Baca:  Masih Berkutat di Zona Merah, Bupati Sanjaya Ngantor di Kantor Desa

.

Komentar