Eksekusi Kasus Korupsi BUMDes Tirtasari, Jaksa Kembalikan Uang Sitaan

by -1 views
Eksekusi Kasus Korupsi BUMDes Tirtasari, Jaksa Kembalikan Uang Sitaan

SINGARAJA – Jaksa pada Seksi Pidana Khusus Kejari Buleleng, mengeksekusi kasus korupsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirtasari di Kabupaten Banjar, Buleleng, Kamis (22/7) pagi.

JPU mengembalikan sejumlah dokumen dan uang tunai kepada pengelola BUMDes, bertepatan dengan Hari Adhyaksa Bhakti.

Jaksa Isnarti Jayaningsih mengembalikan uang tunai Rp 67.928.000 kepada Bendahara BUMDes Sadu Amertha, Ketut Edi Wahyu Cahyana.

Selain itu, jaksa pelaksana juga mengembalikan sejumlah dokumen lainnya. Seperti uang tunai (tarik kredit), rekening tabungan BUMDes, serta beberapa kelompok penerimaan kas.

Seluruh proses pemulangan dilakukan di Buleleng Kejari. Prosesi tersebut disaksikan oleh Kepala Satuan Reserse Khusus Kejaksaan Negeri Buleleng, I Wayan Genip, dan Pj Jaksa Gede Dila Apriliana.

Baca:  Tertangkap Curi Ternak, Maling Dihajar Warga Hingga Babak Belur

“Sesuai dengan perintah pengadilan dan perintah Pak Kajari, hari ini kami mengembalikan dokumen dan uang tunai yang kami sita dalam kasus BUMDes Tirtasari.

Selanjutnya dokumen dan uang akan kami serahkan kepada BUMDes untuk pengelolaan yang baik,” kata Humas Kejaksaan Negeri Buleleng, AA Jaalantara.

Perlu diketahui, kasus korupsi di BUMDes Tirtasari sudah berjalan sejak Maret 2021.

Dalam perkara ini, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar memvonis terdakwa Gede Sukaraga satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim yang diketuai I Gede Yuliartha menilai mantan Ketua BUMDes Tirtasari itu secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sehingga BUMDes mengalami kerugian negara sebesar Rp 87.634.354.

Baca:  Taksi terbang siap antar dari Bandara Soetta ke 72 titik di Jabodetabek

BUMDes Tirtasari sebenarnya menerima pembayaran sebesar Rp 1,02 miliar dari Pemprov Bali.

Namun, Sukaraga menyalahgunakan dana tersebut. Dari tahun 2014 hingga tahun 2017, Gede Sukaraga yang saat itu menjabat sebagai Kepala BUMDes Sadu Amertha Desa Tirtasari, meminjam kredit dari lembaga yang dipimpinnya dengan menggunakan nama orang lain yang disebut juga dengan kredit fiktif.

.

Komentar