Dalam Empat Tahun Terakhir, 9 Orang Meninggal Akibat DBD di Gianyar

by -56 views
Dalam Empat Tahun Terakhir, 9 Orang Meninggal Akibat DBD di Gianyar

GIANYAR – Masyarakat harus peka terhadap peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gianyar, selama empat tahun terakhir, beberapa orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Namun, setiap tahun, angka kematian rendah, hanya di bawah lima orang.

Kepala Bidang Penegakan dan Penyakit Dinas Kesehatan Gianyar Anak Agung Sukamawa mengatakan demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Bali.

Dengan meningkatnya penyebaran kasus DBD khususnya di Kabupaten Gianyar, dalam empat tahun terakhir jumlah kasus DBD, pada tahun 2017 terdapat 511 orang dengan 2 kematian.

Kemudian tahun 2018 ada 144 orang dengan total kematian 0. Kemudian tahun 2019 ada 715 orang dengan 4 kematian. Dan pada tahun 2020 terdapat 1751 kasus DBD dengan 3 kematian.

Baca:  Digelontor Miliaran, Rest Area Goa Jepang Ditumbuhi Semak Belukar

“Kasus terbanyak pada 2019 yaitu di Kabupaten Sukawati. Tahun 2020 paling banyak terjadi di Kecamatan Sukawati yaitu 387 kasus dengan 3 kematian,” ujarnya, Selasa (2/3).

Menurutnya, pada awal tahun 2020, Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan. Dimana tahun 2020 merupakan siklus 5 tahun terjadi peningkatan kasus DBD. Ia mengatakan jumlah kasus DBD sudah melanda hampir seluruh Bali. Dengan demikian, berdasarkan data, kasus DBD di Gianyar pada tahun 2020 merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Untuk data tahun 2021 ini, tidak ada kasus baru.

Sedangkan pada 2021, dari Januari hingga hari ini (kemarin, red) tidak ada kasus, ”imbuhnya.

Pihaknya terus mewaspadai penyebaran kasus DBD ini. Dengan melakukan kegiatan pencegahan DBD. Diantaranya adalah melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M. Yakni, mengeringkan atau membersihkan tempat berkembang biak nyamuk; tutup tandon air dengan rapat; dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

Baca:  Tak Jera Pernah Dibui, Setiap Hari Dapat Upah Rp1 Juta Meski Tak Kerja

“Selain menaburkan bubuk larvisida pada air yang tidak bisa dialirkan, hindari gigitan nyamuk seperti menggunakan lotion atau menanam tanaman pengusir nyamuk,” terangnya.

Untuk pengendalian nyamuk dilakukan oleh kader pemantauan jentik (Jumantik) bersama masyarakat dan puskesmas secara terjadwal.

“Melihat kondisi saat ini, kegiatan PSN lebih banyak dilakukan oleh individu keluarga,” ucapnya.

.

Komentar