Dekranasda Bali: Pariwisata, pertanian dan UMKM harus saling dukung

by -46 views
Dekranasda Bali: Pariwisata, pertanian dan UMKM harus saling dukung
Denpasar (ANTARA) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster berpandangan sektor pariwisata, pertanian dan industri kerajinan atau UMKM di Pulau Dewata harus saling menopang agar ekonomi Bali bisa tetap bangkit.

“Apabila dulu sektor pariwisata bergeliat dengan datangnya wisatawan dari luar, maka untuk ke depan, kita semua harus bersama menjaga, sektor di luar Bali ataupun yang dari dalam,” kata Putri Koster pada pembukaan Karya Kreatif Indonesia Tahun 2021 Seri-1 di Kuta, Badung, Rabu.

Istri Gubernur Bali itu menambahkan, menggeliatnya ekonomi yang besar dimulai dari menggeliatnya ekonomi yang kecil, dan ketika masa pandemi ini UKM dan IKM layaknya cahaya lilin yang berada di tengah kegelapan.

Menurut dia, pelaksanaan Pameran “Karya Kreatif Indonesia” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia secara serentak pada tanggal 3-5 Maret ini merupakan momentum untuk mengingatkan terutama pada anak bangsa bahwa wajib untuk melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur berupa karya seni, seni rupa, serta seni kerajinan yang terangkum ke dalam budaya adat.

Baca:  Bank Sampah Desa Sumerta Kelod-Denpasar miliki 90 nasabah

Baca juga: Dekranasda Bali ajak semua pihak ikut lestarikan kain tenun endek

“Bali itu harus kuat layaknya segitiga sama sisi (sektor pariwisata, sektor pertanian dan sektor industri kerajinan/ UMKM), semua harus saling menopang. Apabila ada satu yang melemah maka dua lainnya harus kuat sehingga Bali akan tetap bangkit dan berdiri tegak,” ucapnya.

Putri Koster menambahkan, terkait Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 Tentang penggunaan Endek pada hari Selasa, merupakan salah satu dukungan terhadap UMKM dan IKM sekaligus memajukan perekonomian melalui gerakan pelestarian warisan leluhur oleh UMKM, sehingga mampu melestarikan kain tenun di daerah masing-masing.

“Jika bukan kita yang menggunakan kain tenun yang dihasilkan oleh daerah kita, maka siapa lagi. Karena dengan menggunakan kain tenun produksi perajin lokal maka dengan sendirinya kita juga turut menjaga eksistensi perajin kita dari kepunahan,” ucapnya.

Baca:  Atap Tribun Alit Saputra Nyaris Ambruk, DLH Tabanan Pasang Police Line

Putri Koster mencontohkan yang dapat dilihat di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, penggunaan kain gringsing yang diwajibkan saat pelaksanaan upacara adat dan diatur ke dalam “perarem”. “Ketika pemakai kain dan konsumen kain tenun tidak hilang, maka produksi dan perajin kain tenun lokal juga tidak akan punah,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan mengangkat tema “Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Berwisata Indonesia” diharapkan mampu mengingatkan semuanya bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia, maka sudah sepatutnyalah bangga menggunakan produk seni dan karya perajin lokal.

“Sedangkan Indonesia merupakan negara yang paling banyak mempunyai karya seni, sehingga kita sebagai generasi penerus wajib dan bertugas untuk mengembangkannya, tetapi jangan sampai punah akibat salah pola atau salah sistem,” ujar Putri Koster.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda menambahkan pameran KKI yang masuk di tahun keenam ini merupakan upaya memberikan peluang kepada pelaku UMKM untuk berkarya lebih kreatif dan disarankan mampu masuk menguasai platform digital.

Baca:  Pelicans menang lewat overtime, Nets tekuk Clippers

Baca juga: PKK Bali bantu balita dan ibu hamil di Buleleng

Pada pameran Karya Kreatif Indonesia seri 1 Tahun 2021, diikuti 17 peserta UMKM yakni 8 produk kain tenun, 5 produk kriya dan 4 produk makanan.

Putri Koster didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Wayan Jarta, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda berkesempatan meninjau pameran fisik Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri 1 yang pembukaan pameran KKI Seri 1 tahun 2021 ini dipusatkan di The Mandalika, Lombok.

Hal ini dimaksudkan supaya pelaksanaannya digelar secara bergantian agar semua daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan karya dan ciri khas kain tenun yang dimiliki masing-masing.

Komentar