VIRAL! Video ‘Lelucon” Pedagang Celeng di Bali Kenakan Baju Endek

by -48 views
VIRAL! Video ‘Lelucon” Pedagang Celeng di Bali Kenakan Baju Endek

DENPASAR- Ada cara bagi netizen menanggapi permintaan Gubernur Bali Wayan Koster tentang penggunaan ‘wajib busana’ setiap Selasa di Bali.

Bahkan, menanggapi imbauan gubernur Bali tersebut, entah untuk iseng, tak sedikit netizen yang membuat video pendek dan viral di sejumlah media sosial.

Video viral tersebut memuat aksi salah satu warga yang mengenakan baju lengan pendek sambil menggendong babi hutan atau babi. Ada juga orang yang memfilmkan petugas parkir yang memakai baju pendek.

Fenomena “lelucon” menggunakan endek sepertinya terus muncul setiap Selasa di media sosial.

Namun, hal itu ditanggapi pemerintah dengan cara berbeda, seperti yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster.

Baca:  Bupati Gianyar yakin daerahnya bebas COVID-19 secepatnya

Dalam acara pembukaan karya kreatif Indonesia tahun 2021 di Kuta, Bali, istri Koster menyampaikan bahwa sehubungan dengan Surat Edaran 04 tahun 2021 tentang penggunaan Endek pada hari Selasa, ini merupakan salah satu bentuk dukungan bagi UKM / IKM sekaligus pembangunan ekonomi. melalui gerakan pelestarian pusaka leluhur oleh UMKM., guna menjaga kain tenun di daerahnya masing-masing.

“Kalau kita bukan orang yang menggunakan kain tenun produksi daerah kita, maka siapa yang akan melakukannya. Karena dengan menggunakan kain tenun produksi pengrajin lokal, secara alamiah kita juga ikut melindungi pengrajin kita dari kepunahan.

Salah satu contoh paling jelas yang bisa kita lihat di Desa Tenganan adalah penggunaan saputangan wajib pada saat upacara adat dan disusun sebagai perarem.

Baca:  NTB dorong pengembangan pariwisata meski pandemi

“Apabila konsumen dan konsumen kain tenun tidak hilang, maka produksi lokal dan pengrajin kain tenun tidak akan punah,” ujarnya, Rabu (3/2).

Ia melanjutkan, dengan mengangkat tema “Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Pariwisata Indonesia” dalam acara tersebut diharapkan dapat mengingatkan semua orang bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia, sehingga sangat pantas untuk bangga menggunakan produk dan karya seni rupa. pengrajin lokal.

“Padahal Indonesia adalah negara yang memiliki karya seni paling banyak, sehingga kita sebagai generasi penerus berkewajiban dan ditugasi untuk mengembangkannya, namun jangan sampai mati karena pola atau sistem yang salah,” kata Puan Putri Koster. .

Perwakilan BI Rizki Ernadi Wimanda menambahkan, pameran KKI yang memasuki tahun ke-6 ini merupakan upaya memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berkarya lebih kreatif dan berpesan agar mampu menguasai. platform digital, agar pemasaran bisa dilakukan secara online dan langsung online dengan pembeli luar, selain itu pembayaran juga bisa menggunakan E_Money melalui QRIS.

Baca:  Anggap Korban Tidur, Keluarga Akan Cari Komang Ayu Hingga Tiga Tahun

.

Komentar