Larang ke Pantai, Ritual Melasti Sambut Nyepi Cukup di Desa Adat

by -64 views
Larang ke Pantai, Ritual Melasti Sambut Nyepi Cukup di Desa Adat

MANGUPURA – Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung memutuskan rangkaian kegiatan Nyepi melasti 1943 dilaksanakan di desa adat setempat alias Ngubeng (skala kecil).

Ritual melasti tidak dapat dilakukan di Segara (pantai), Danau, Beji, dan Campuhan. Menurut Ketua Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha,

Perayaan Tahun Baru Saka 1943 mengacu pada surat edaran bersama dari PHDI Badung dan Pengurus Desa Adat Badung.

“Kami sepakat menerapkan bundaran kepastian. Artinya, masyarakat tidak boleh terburu-buru, menyetrika, atau campur tangan.

Melasti sebagaimana mestinya tetap dilakukan, tapi hanya dilakukan oleh stakeholders, Serati dan aparat desa, kemudian dipasangkan dengan Candi Desa (Bale Agung), ”jelas Eka Sudarwitha.

Dia mengatakan Pura Kelian meminta air di Pura Desa Kahyangan setempat. Masyarakat Hindu bisa melamar tirta amerta sanjiwani di Presanak, Dadya, Ibu, Hyang, atau panti asuhan masing-masing.

Baca:  Upacara Melasti jelang Nyepi - ANTARA News Bali

“Upacara Malasti di Segara, dilengkapi pementasan Guru Piduka, ayam dan bebek salaran serta kelanan tipsat. Itik pakelem dipentaskan di depan Sanghyang Baruna,” kata mantan Bupati Petang itu.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa upacara melasti yang dilakukan oleh tentara tidak diperkenankan membawa prelinggan, pretima, tapakan Ida Bhatara ke lokasi Pamalastian berlaku untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Badung.

Hal ini juga berlaku bagi masyarakat Palelungan, jejak Ida Bhatara dari luar Kabupaten Badung. Ini demi ketertiban, kelancaran dan keseriusan dalam penyelenggaraan upacara Melasti.

yang terletak di wilayah Kabupaten Badung tetapi dimanfaatkan secara bersama-sama oleh Desa Adat di Badung dan dari luar Badung, ”terangnya.

Baca:  Curi Kayu Hutan untuk Bikin Bale Bengong, Warga Madenan Diciduk Polisi

Sedangkan untuk Upacara Tawur Kesanga, Eka Sudarwitha menegaskan akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan, yaitu maksimal 50 orang.

Padahal, pelaksanaan Upacara Melasti, Upacara Tilem Kasanga, dan Saka Tahun 1943 Catur Brata Penyepian setiap orang harus berpegang dan melaksanakan Protokol Kesehatan secara maksimal selama Pandemi Covid-19.

Upacara Tawur Kesanga akan bertempat di Catus Pata Kerobokan, Jaba Puri Kerobokan pada hari Sabtu, 13 Februari. Kegiatannya sama, hanya dilakukan oleh prajurit adat, ”ujarnya.

Untuk Desa Adat yang wilayahnya terletak di Ibukota Kabupaten, seperti Desa Adat Petang, Desa Adat Blahkiuh, Desa Adat Mengwi, Desa Adat Kuta, Desa Adat Jimbaran,

pelaksanaan upacara tawur menggunakan upacara Manca Kelud yang dilaksanakan di Catus Pata Kecamata setempat.

Baca:  Komisi X DPR datang ke Denpasar serap aspirasi pariwisata

“Untuk prosesi Ogoh-Ogoh ini terkait dengan Upacara Nyepi Hari Cinta Tawur Hening yang biasanya dilaksanakan pada hari Tilem dan setelah prosesi retak barulah Nyepi dieliminasi,” pungkasnya.

.

Komentar