Kapasitas Lapas Pengganti 1.000 Napi, Lapas Kerobokan Jadi Rutan

by -50 views
Kapasitas Lapas Pengganti 1.000 Napi, Lapas Kerobokan Jadi Rutan

DENPASAR – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Hukum dan HAM Bali, Suprapto, mengatakan relokasi Lapas Kerobokan semata-mata untuk pengembangan penegakan hukum.

Saat ini, Penjara Crash Kelas IIA tidak manusiawi. “Jujur saja, Kerobokan sudah tidak manusiawi lagi. Kapastias 300 dihuni 1.500 orang.

Ramai sekali, mereka tidak pakai baju karena panas, ”kata Suprapto. Ia juga tidak dapat memberhentikan tahanan baru karena kejahatan terus berlanjut.

Sebagian besar tahanan di Penjara Crash Kelas IIA adalah kasus narkotika. Suprapto yakin, pembangunan Lapas baru akan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Ia mencontohkan pembangunan Lapas Narkotika (Lapastik) di Bangli. Penjara dibangun di pedalaman Bangli. Seiring berjalannya waktu, area di sekitar penjara menjadi ramai.

Baca:  Paguyuban Lamaholot Bali buka posko peduli korban banjir NTT

Begitu pula di sekitar kanan dan kiri Lapas Kerobokan Kelas IIA yang dulunya sunyi. Dulunya ada penjara, itu tumbuh dengan padat.

Setiap hari ada orang yang berkunjung. Belum lagi penyidikan dan penuntutan terhadap para tahanan. “Jadi, kalau ada penjara pasti banyak kegiatan ekonomi di sekitarnya. Nilainya juga tinggi,” jelasnya.

“Ini (pemukiman kembali lapas) murni untuk kepentingan penegakan hukum. Tapi, di sisi lain bisa memberikan manfaat ekonomi yang positif bagi masyarakat,” tambah Suprapto.

Jika penjara baru ini dibangun, kapasitasnya bisa menampung lebih dari 1.000 orang. Penjara baru akan ditingkatkan menjadi kelas satu.

Sementara itu, Lapas Kelas IIA Kerobokan diubah menjadi Rutan Kelas I. Idealnya, kota provinsi seperti Denpasar memiliki rutan dan rutan. Denpasar sebagai ibu kota provinsi belum memiliki rutan, katanya.

Baca:  Terjaring Tim Yustisi, 16 Orang Pelanggar Prokes di Rapid Antigen

Penjara kelas satu adalah untuk narapidana dengan hukuman tinggi. Oleh karena itu, penjara kelas satu hendaknya tidak terlalu dekat dengan masyarakat.

Ditanya apakah bangunan penjara baru itu direncanakan seperti penjara Runtuh Kelas IIA atau penjara modern, Suprapto mengatakan, saat ini semua penjara yang dibangun sesuai dengan standar bangunan modern.

Standar keamanan yang diterapkan sangat tinggi. Salah satunya adalah semua titik dipantau oleh kamera pengintai atau CCTV. Penjara juga akan dilengkapi dengan teknologi dan sistem pengawasan terintegrasi.

.

Komentar