WOW Soal Rumjab, Eks Sekkab Blak-Blakan Sebut Pejabat yang Terima Uang

by -94 views
WOW Soal Rumjab, Eks Sekkab Blak-Blakan Sebut Pejabat yang Terima Uang

SINGARAJA – Kasus dugaan korupsi di sewa kamar sekretaris daerah (rumah kantor) Buleleng memanas.

Meningkatnya kasus dugaan korupsi Sekretaris Daerah DPRD DPR RI, setelah Intelijen Kejaksaan Tinggi melalui Asisten Jaksa Agung Suhandi memaparkan hasil pemeriksaan persewaan rumjab kabupaten Buleleng.

Menurut keterangan Kejaksaan Agung Bali, berdasarkan hasil penyidikan Kejaksaan Agung Bali, ditemukan adanya unsur dugaan malpraktek yang berujung pada tindak pidana korupsi.

Perbuatan tersebut diduga melanggar Permendagri No. 37/2010 tentang Pedoman Penyusunan APBD Kabupaten 2011 dan perubahan nomenklatur.

Lampiran Permendagri Nomor 22/2011 (TA 2012), Nomor 37/2012 (TA 2013), Nomor 20/2013 (TA 2014), pada Permendagri Nomor 33/2019 (TA 2020).

Baca:  Jelang perempat final, pelatih fisik Bali United pindah ke Persis

Padahal, atas dugaan korupsi, pihaknya telah memeriksa sekitar 12 saksi dan langsung menentukan keberadaan para tersangka.

Nah, dua hari sejak pernyataan itu, Jumat DKP (Dewa Ketut Puspaka) selaku mantan Kepala Daerah Buleleng langsung mengembalikan uang yang terkumpul dari dana sewa rumah yang diterimanya dari 2014 hingga 2020 sebesar Rp924 juta.

Puspaka berdalih menabung karena tidak ingin terlihat melakukan tindakan yang merugikan negara.

Yang lebih mengejutkan lagi, dengan maraknya pemberitaan dugaan korupsi persewaan rumjab di Buleleng, Dewa Puspaka mengaku keberatan yang sangat serius.

Apalagi, dalam kasus ini, pihaknya yang eks sekkab merasa dirinya adalah orang yang menjadi perhatian publik

“Jadi dengan ini (kasus korupsi rumjab). Sepertinya saya yang menjadi fokus perhatian,” kata Puspaka, Jumat (19/3).

Baca:  Air Laut Pasang, Pemedek Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Naik Perahu

Sedangkan Puspaka mengatakan, selain dirinya, ada petugas lain yang juga melakukan hal serupa dan menggunakan cara yang sama.

WHO? Ditanya demikian, Puspaka pun terang-terangan menyebut siapa yang menerima uang sewa tersebut.

“Sekretaris sebelumnya, wakil bupati sekarang, wakil bupati sebelumnya, juga melakukan hal yang sama dengan cara yang sama,” kata Puspaka.

.

Komentar