Bantu Alat Pembuat Kue Pada Warga Lereng Raung

by -28 views
Bantu Alat Pembuat Kue Pada Warga Lereng Raung

RadarBanyuwangi.id – Upaya memulihkan perekonomian masyarakat dan UMKM di Banyuwangi saat ini sedang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Bersamaan dengan kegiatan bupati ngantor di desa (Bunga Desa) di Desa Kajarharjo, Kabupaten Kalibaru, orang nomor satu di Banyuwangi itu menyerahkan sejumlah bantuan peralatan usaha kepada warga yang tinggal di kaki Gunung Raung, kemarin (7/7). 4).

Bantuan yang diberikan langsung oleh Bupati Ipuk berupa peralatan memanggang seperti oven, baki, mixer, dan berbagai alat penunjang lainnya. Ada 20 warga yang menerima bantuan tersebut. Sebelumnya, para penerima juga mendapatkan pelatihan pembuatan berbagai jenis kue.

Kepada para penerima bantuan yang berdomisili di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Bupati Ipuk menyarankan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Apalagi setelah ini puasa dan semoga bisnis yang baru dimulai bisa berjalan dengan lancar. “Ini harus dimanfaatkan, warga yang belum punya usaha dengan alat ini bisa mulai jadi pionir. Sebentar lagi puasa dan lebaran banyak peminat kue, ayo pakai,” ujarnya.

Baca:  PMII Minta Bupati Segera Pekerjakan THL

Menurut Bupati Ipuk, pemerintah akan terus memberikan bantuan peralatan usaha hingga dua bulan ke depan. Penerima program mencapai 550 warga dengan berbagai alat yang disesuaikan dengan bisnis pionir. “Jenisnya banyak, sesuai kebutuhan penduduk. Ada yang untuk pengolahan makanan, termasuk dapur, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Bupati Ipuk juga menyerahkan program Class Up Class alias Wenak untuk 20 warung mikro. Programnya adalah memperbaiki toko-toko kecil, sekaligus memberikan bantuan alat-alat usaha yang sesuai dengan kebutuhan pemilik kios, seperti etalase, dispenser, blender, kompor, meja dan kursi, alat makan, dan lainnya.

Selama di Desa Kajarharjo, istri mantan Bupati Abdullah Azwar Anas ini juga sempat melihat pemeriksaan kesehatan di Pos Bantuan Penyakit Tidak Menular Terpadu (Posbindu-PTM). Selama pemeriksaan, ternyata banyak warga yang mengalami gangguan tekanan darah. “Banyak yang terkena darah tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono.

Baca:  Setengah Abad Jadi Simbol Kawasan Pertanian

Secara medis, jelasnya, penyebab gangguan tekanan darah tersebut belum diketahui. Warga hanya bisa berjaga-jaga. “Tekanan darah secara medis idiopatik atau penyebabnya tidak diketahui,” katanya.

Penatalaksanaan dan kondisi gangguan tekanan darah, jelasnya, sangat penting dilakukan. Pasalnya, hal itu akan mempengaruhi organ tubuh lainnya seperti otak, mata, jantung dan ginjal. Gangguan tekanan darah, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi. Salah satu data yang dijadikan acuan, penyakit ginjal parah akibat tekanan darah. “Perlu ada perawatan,” jelasnya.

Untuk mencegahnya, jelasnya, ada tiga cara, yaitu pola makan sehat termasuk makan makanan bergizi seimbang, menurunkan kadar garam saat rajin berolahraga, dan terakhir minum obat. “Ini bisa dicegah,” jelasnya.(sli / abi)

Baca:  Baru Sepuluh Hari, Tarif GeNose di Stasiun Kereta Naik

.

Komentar