Bekali Anggota dengan Ilmu Agama, Bukti Menuju Polisi yang Presisi

by -25 views
Bekali Anggota dengan Ilmu Agama, Bukti Menuju Polisi yang Presisi

RadarBanyuwangi.id – Polres Banyuwangi punya cara sendiri untuk mengisi bulan Ramadhan. Selain meningkatkan keamanan daerah, anggota Polresta juga menggelar pembacaan kitab kuning di Masjid Roudhatul Jannah.

Suasana Ramadan cukup terasa di Polres Banyuwangi. Usai menggelar aksi, sejumlah anggota dan pimpinan bergegas menuju Masjid Roudhatul Jannah yang terletak di sebelah barat Polri.

Di dalam masjid, petugas menempati tempat-tempat yang telah ditentukan dengan tetap menggunakan tata tertib kesehatan. Bersama-sama mereka membuka Buku Kuning dan mengikuti studi yang dipimpin langsung oleh Kepala PCNU Banyuwangi Ali Makki Zaini alias Gus Makki.

Petugas menyimak dengan seksama presentasi Gus Makki. Mereka tampaknya cukup serius untuk mengikuti studi buku kuning.

Selain pemaparan studi buku kuning yang dibawakan oleh Gus Makki, Kapolres Kombespol Arman Asmara Syarifuddin memberikan masukan kepada anggota. Petugas diminta mempelajari buku kuning khas pesantren tersebut. “Kajian kitab kuning itu untuk memberikan pandangan religius kepada anggotanya. Selain bisa menegakkan hukum, menjaga ketertiban daerah, aparat kepolisian dituntut memiliki ilmu agama,” kata Arman.

Baca:  Jaga Ekosistem, Lepas Burung di Djawatan

Kajian buku kuning yang diberikan juga mampu mencegah paham radikal para anggotanya. Kajian agama di Polresta mengacu pada buku-buku tradisional yang berisi pelajaran agama Islam yang diajarkan di pesantren, mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq, tata bahasa Arab, hadits, tafsir, ilmu Alquran, hingga ilmu sosial dan sosial. “Ini juga implementasi ke arah Polri yang tepat,” kata Arman.

Kitab kuning merupakan sebutan nusantara bagi karya ulama salafi yang jauh dari unsur politik dan subjektivitas. Buku kuning itu juga berisi pemikiran, tafsir dan pemahaman para ulama salaf tentang prinsip-prinsip Islam dan detailnya. “Ini bisa menjadi contoh dan kajian personel dalam menjalankan tugasnya,” jelas Arman.

Baca:  Lapas Razia Besar-besaran, Temukan Sajam, HP, dan Barang Terlarang

Pembacaan buku kuning yang pertama kali digelar di Polres Banyuwangi kemarin cukup membuat peminat. Bahkan, mereka mengaku jatuh hati pada buku kuning tersebut. Kabaghumas Polresta Banyuwangi Ipda Lita Kurniawan mengaku tertarik dengan isi buku kuning tersebut.

Lita mengaku baru kali ini mengenal dan mempelajari kitab kuning. Sebelumnya, dia tidak pernah tahu, bahkan belajar tentang kitab kuning. “Jujur dengan agenda Ramadhan di Polri, saya bisa mengenali kitab kuning,” ujarnya.

Lita menuturkan, mempelajari kitab kuning dapat melanjutkan presentasi ilmiah para ilmuwan. Sejarah membuktikan bahwa para ulama menyebarkan ilmu Islam kepada masyarakat muslim di berbagai belahan dunia. “Ini dakwah Islam yang sifatnya referensial dan memiliki kekuatan logika multidimensi,” terangnya.

Baca:  Tersangkut Bebatuan, Tubuh Andi Mengapung di Pinggir Sungai

Tidak semua cabang ilmu yang terdapat dalam kitab kuning harus dipelajari. Setidaknya seseorang diwajibkan untuk mempelajari pengetahuan yang digunakan untuk mengeksekusi kasus wajib tersebut. Kasus wajib meliputi shalat, puasa, zakat dan haji. “Mempelajari kitab kuning adalah mempelajari ilmu yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat. Tentunya setiap orang yang mengetahui isinya akan jatuh cinta,” pungkas Lita. (rio /aif/ c1)

.

Komentar