Belum Ada Satupun Jasad Awak KRI Nanggala yang Ditemukan

by -19 views
Belum Ada Satupun Jasad Awak KRI Nanggala yang Ditemukan

RadarBanyuwangi.id – Evakuasi KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali akan dilanjutkan. Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono mengatakan proses evakuasi akan dilakukan dengan bantuan kapal milik SKK Migas yang memiliki kemampuan mengangkat beban berat dari kedalaman 1.000 meter.

Selain itu, kapal-kapal milik Angkatan Laut China siap memberikan bantuan. Saat ini, kapal berbendera Tiongkok itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi penenggelaman KRI Nanggala. Kapal ini dikatakan memiliki kemampuan yang sama dengan kapal milik SKK Migas. “Kemarin TNI AL melapor ke Panglima TNI dan menawarkan bantuan. Semoga partisipasi dan simpati negara sahabat bisa membantu proses evakuasi,” kata Yudo saat prosesi penaburan bunga di geladak KRI Soeharso.

Baca:  Ertiga dan Beat Tabrakan, Satu Korban Tewas

Sampai saat ini, beberapa bagian kapal selam yang bisa dievakuasi adalah benda ringan. Seperti hidrofon dan jaket pelampung. Yudo mengatakan, ROV milik MV Swift Rescue belum menemukan jenazah awak KRI Nanggala. Ada prediksi bahwa seluruh awak masih dalam jumlah besar dari kapal selam buatan Jerman.

Terkait kapal selam yang tergolong berat, masih menunggu bantuan dari SKK Migas atau Angkatan Laut China. “ROV dari Swift Rescue melihat menara kapal dengan tulisan 402 tertutup lumpur di bawahnya,” tambahnya.

Yudo mengaku belum mengetahui secara teknis bagaimana pengangkatan tersebut nantinya. Yang jelas ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan jika merujuk pada pengalaman negara lain mengevakuasi kapal selam di dasar laut. Ia terlebih dahulu ditusuk oleh baja yang masih utuh sebelum ditarik menggunakan teknik magnet. Anda juga bisa menggunakan tali dan balon udara yang mengembang sehingga bisa naik ke permukaan. “Mengevakuasi bangkai kapal selam dari kedalaman 838 kilometer jelas tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat dan ini harus dipahami,” kata alumni kelas ALL 1988 itu.

Baca:  Dihajar Kawanan Preman, Empat Pemuda Wadul Polsek Genteng

Soal batas waktu evakuasi, Yudo belum bisa memastikan waktunya. Yang jelas, begitu kapal akan langsung bekerja. Hingga kemarin, masih ada kapal asing milik Singapura, yakni MV Swift Rescue dan kapal Malaysia MV Mega Bakti yang berada di sekitar lokasi percikan bunga. Termasuk KRI Rigel dan beberapa KRI lainnya yang terus memantau kondisi bawah laut. Kapal memantau titik di mana KRI Nanggala tidak bergerak di dasar laut.

Yudo mengatakan, TNI AL tidak bisa menolak bantuan dari negara anggota International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer (ISMERLO). Mereka memiliki kewajiban untuk membantu tanpa kepentingan politik, tanpa mengenal kawan atau lawan. “Apa pun yang mereka tawarkan kami terima. Seperti kapal Australia kemarin. Karena tidak memiliki kapasitas untuk membantu, kapal akhirnya berangkat,” ujarnya. (fre / aif/ c1)

Baca:  Jalan di Alas Purwo Dipenuhi Lumpur

.

Komentar