Kerek Produktivitas Sapi dengan SMS Pisan

by -22 views
Kerek Produktivitas Sapi dengan SMS Pisan

RadarBanyuwangi.INDO – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencanangkan program baru di bidang pertanian. Target program kali ini adalah meningkatkan produktivitas sapi.

Program baru mengacu pada sapi yang melahirkan setahun sekali, atau dikenal dengan “Sapi Manak Satu Tahun Pisan” (SMS Pisan). Program ini merawat sapi yang bermasalah dengan breeding agar bisa berkembang biak secara optimal, setahun sekali.

Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan program langsung di luar kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Temurejo, Kabupaten Bangorejo, kemarin (29/4). Ipuk didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setyawan. Hadir pula Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Jawa Timur, Dr drh Iswahyudi. “Semoga dengan adanya program SMS Pisan ini populasi sapi di Banyuwangi dapat meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan sesama peternak,” harap Ipuk.

Baca:  PLN UP3 Situbondo Melaksanakan Vaksin Covid 19 di Tanggal Cantik

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menjelaskan, program SMS Pisan mendorong sapi di Banyuwangi untuk berkembang biak dan berproduksi secara optimal. “Target kami setiap sapi melahirkan setahun sekali. Dalam program ini, kami menyediakan tim untuk membantu sapi-sapi yang mengalami kendala agar dapat kembali produktif.

Dalam pelaksanaannya, kata Arief, tim akan memberikan pendampingan pada sapi-sapi yang mengalami gangguan reproduksi. Sapi yang tidak kepanasan akan diberikan perlakuan tertentu agar tetap hangat. “Kami berikan perlakuan khusus, agar pembibitannya sama dengan sapi lainnya,” kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi itu.

Arief menambahkan, cara mendapatkan program ini cukup mudah. Seorang pemilik sapi cukup melaporkan kondisi ternaknya yang mengalami gangguan pembiakan kepada petugas atau Puskesmas terdekat. “Biaya pengobatan hingga nikah gratis suntik ditanggung Pemkab. Target kami bulan ini target 750 ekor sapi,” ujarnya.

Baca:  Jalan Utama Langganan Banjir

Acara tersebut disambut hangat oleh para petani, salah satunya Gatot Wicaksono. Awalnya, ia khawatir karena sapinya sulit hamil. Tapi begitu dia punya program, dia merasa lega. “Program ini cocok untuk sapi saya, karena sudah hampir dua tahun tidak bunting. Saya senang, karena petugas yang datang merawat dan mendapatkan perlakuan yang baik,” kata Gatot.

Perlu dicatat, Banyuwangi terkenal sebagai sentra penghasil bibit sapi unggul jenis semen dan limosin. Dari total 140 ribu ekor sapi di Banyuwangi, 80 persen merupakan sapi. (sgt / aif/ c1)

.

Komentar