Momen Haru Tabur Bunga 53 Patriot Bangsa KRI Nanggala-402

by -20 views
Momen Haru Tabur Bunga 53 Patriot Bangsa KRI Nanggala-402

RadarBanyuwangi.INDO– Acara tabur bunga untuk korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 diwarnai air mata kemarin (30/4). Keluarga awak KRI Nanggala tak tega bersedih saat melihat titik tenggelamnya Nanggala di perairan utara Bali. Ada yang histeris, menangis, dan tidak sadarkan diri.

Acara penaburan bunga di geladak KRI Soeharso-990 kemarin dipimpin langsung oleh Panglima Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Yudo Margono. Kapal tersebut membawa 184 orang yang terdiri dari anak-anak, istri dan orang tua awak KRI Nanggala. Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Wangi pukul 09.00, tiba di lokasi pukul 09.40. Penaburan bunga dimulai pukul 22.00

Sebelumnya, seluruh anggota keluarga KRI Nanggala datang ke Banyuwangi menggunakan pesawat milik TNI AU yang mendarat di Bandara Banyuwangi. Mereka kemudian diangkut dengan bus ke Pelabuhan Tanjung Wangi. Tiba di pelabuhan langsung naik KRI Soeharso menuju perairan Bali Utara pukul 09.00.

Baca:  Sejak Kecil Homsatun Tinggal di Petilasan

Dalam perjalanan menuju tempat penaburan bunga, kapal perang ditemani oleh dua perahu karet dari Kopaska di kanan dan kiri kapal. Sesampainya di perairan utara Bali, Anda bisa melihat KN Tanjungdatu milik Bakamla dan kapal berbendera Singapura MV Swift Rescue. Di depannya ada KRI Rigel-933 yang berlayar sejajar dengan MV Swift Rescue.

Dari utara ada KRI Bontang-907 yang berbaris dengan MV Mega Bakti Malaysia. Kemudian berbaris kapal lain seperti KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KP Bharata, KN Arjuna, dan KRI Soputan-923.

Lokasi di tengah rombongan kapal tersebut diyakini sebagai tempat tenggelamnya KRI Nanggala, Rabu pagi (21/4). Setelah sampai di tengah jalur antara semua kapal yang masih melaju, KRI Soeharso berhenti tepat di atas perairan tempat KRI Nanggala tenggelam.

Baca:  Penggerebek Perselingkuhan Mulai Disidangkan

Upacara penaburan bunga segera diadakan di dek kapal. Kasal Laksamana TNI Yudo Margono memimpin langsung acara penaburan bunga. Secara simbolis, karangan bunga dilepas ke laut. Seluruh keluarga kru KRI Nanggala dipersilakan untuk menabur bunga ke tengah laut.

Suasana helipad yang tadinya sepi berubah menjadi hujan air mata. Ada beberapa Jalasenastri dari kru KRI Nanggala yang tak tahan dengan kesedihan. Beberapa di antaranya bahkan harus dibawa ke luar angkasa untuk menjadi anggota TNI AL. Anak-anak yang bersama ibunya juga kehilangan kesedihan.

“Kami mengadakan acara tabur bunga untuk mengenang rekan kami, pahlawan sejati KRI Nanggala ABK yang meninggal dunia pada 21 April. Hari ini tepat sepuluh hari setelah tenggelamnya KRI Nanggala,” kata Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Mantan Panglima KRI Ahmad Yani 351 menambahkan, TNI AL menabur bunga bersama istri dan keluarga 53 prajurit KRI Nanggala agar bisa mengetahui lokasi tenggelamnya kapal selam di bawah Koarmada II. Sehingga keluarga dapat memahami bagaimana keadaan lautan tempat awak Hiu Kencana mati. Keluarga bisa langsung mendoakan 53 awak KRI Nanggala yang tergeletak di lautan, katanya.

Baca:  Pedagang Pasar Khawatir Kena Dampak Cabai Bercat

Seperti diketahui, KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu. Seluruh kru dinyatakan tewas. Laksamana Kasal Yudo Margono mengatakan, KRI Nanggala-402 dinyatakan terbagi menjadi tiga bagian. Dari 53 awak tersebut, dua orang prajurit TNI AL berasal dari Banyuwangi. Mereka adalah Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo. Pandu sebagai operator senjata 2, sedangkan Dedi sebagai juru diesel 1. (fre / aif/ c1)

.

Komentar