Uang Tabungan Nasabah Dipakai Buat Bayar Utang

by -21 views
Uang Tabungan Nasabah Dipakai Buat Bayar Utang

RadarBanyuwangi.id – Sementara itu Sementara itu, Sri Wahyuni, 30, warga Dusun Sidomulyo, RT 6, RW 4, Desa Sumberberas, Kabupaten Muncar, mengaku sudah lima tahun menjalankan usaha tabungan Lebaran. Dan tahun ini, usahanya bermasalah. Tabungan warga digunakan untuk melunasi utang bisnis kosmetik.

Di tahun pertamanya menjalankan bisnis kosmetik, tersangka mengaku tidak mendapat untung, bahkan mengalami kerugian. Untuk menutupi kerugiannya, dia harus meminjam uang dari bank dengan jaminan tanah dan sertifikat rumahnya. Namun, uang pinjaman bank masih belum cukup untuk menutupi kerugian dalam bisnis kosmetik yang dilakukan. “Saya menghabiskan banyak uang untuk menjalankan bisnis kosmetik,” katanya.

Karena tidak ada lagi uang, dia harus menggunakan tabungannya untuk menutupi hutang di bank. Hingga akhirnya, ia tak mampu mengembalikan tabungan liburannya. “Saya tergiur dengan bisnis kosmetik, saya terlilit utang dan bangkrut,” ujarnya.

Baca:  ASDP Persiapkan Skema Penutupan Jelang Nyepi

Sri Wahyuni ​​mengatakan menggunakan tabungan sebesar Rp 275 juta. Semua uang itu, digunakan untuk menutupi hutang di bank. “Sekarang saya menyerah, karena rumah dan tanah saya juga telah digunakan sebagai jaminan hutang di bank,” kata ibu seorang anak.

Salah satu koordinator kawasan cagar lebaran, Virgin Mega Alvionicca, 28 tahun, dari Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, menuturkan, awalnya penyimpanan hari raya berjalan lancar dan tidak ada kendala. Selama setahun, tiba-tiba pengelola memiliki banyak hutang dan tidak bisa membayar tabungan. “Sebagai koordinator, anggota mengejar saya karena ulah Puan Sri Wahyuni,” ujarnya.

Dalam menjalankan usaha tabungan Idul Fitri, tersangka membuat sistem jaringan. Dia menugaskan 21 koordinator provinsi untuk menawarkan tabungan Lebaran kepada warga. Dan itu, membuat banyak warga tertarik untuk mengikuti tabungan ini. “Pelanggannya tersebar dan meliputi wilayah Muncar hingga Tegaldlimo,” jelasnya.

Baca:  Soal Kenaikan Tunjangan, Dewan Dianggap Tidak Peka Kesulitan Rakyat

Akibat perbuatan tersangka tersebut, ia juga tidak berani pulang karena takut ditagih oleh anggota rekening tabungan. Dia juga bingung harus menjelaskan apa kepada pelanggan. “Saya pusing setiap hari ditagih oleh pelanggan, mereka menuntut agar uangnya dikembalikan secepatnya,” ujarnya.(kri / abi)

.

Komentar