Pengelola Uang Tabungan Lebaran Abal-Abal Ditangkap

by -24 views
Pengelola Uang Tabungan Lebaran Abal-Abal Ditangkap

RadarBanyuwangi.id – Ratusan anggota tabungan Hari Raya Idul Fitri di Desa Sumberberas, Kabupaten Muncar, menderita radang. Tabungan yang akan dibuat untuk Lebaran, ternyata tidak bisa ditarik. Jumlah tabungan sekitar Rp 300 juta dianggap telah dihabiskan oleh pengurus.

Tak terima uangnya disita, sejumlah anggota cadangan Hari Raya melapor ke Polsek Muncar. Dari laporan tersebut, penanggung jawab penyelamatan Sri Wahyuni, 30 tahun, dari Dusun Sidomulyo, RT 6, RW4, Desa Sumberberas, Kabupaten Muncar ditangkap dan dilempar ke ruang tahanan polisi kemarin (30/4). Korban menawarkan uang liburan, kata Komisaris Polisi Muncar Muhammad Zainuri.

Menurut Kapolres, simpanan yang ditawarkan pelaku berupa paket sembako dan uang yang bisa ditarik sebelum Lebaran. Dan ini, sangat diminati oleh masyarakat. “Ada sekitar 500 orang yang mengikuti Tabungan Lebaran ini,” ujarnya.

Baca:  Jalur Karetan – Temurejo Dilebarkan

Dalam penghematan ini, Kapolres menjelaskan, anggota diberikan dua tawaran. Yang pertama Rp 1.500 sehari, dan yang kedua hemat Rp 3.000 sehari. Untuk menghemat Rp 1.500 sehari, dalam satu tahun kumpulkan Rp 547.500. “Tabungan anggota rata-rata berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Pada Selasa (27/4), jelasnya, nasabah mulai menanyakan kapan simpanan lebaran dicairkan. Ini karena pada festival D-15 tahun lalu, penghematan diberikan. “Saat itu tersangka mengatakan bahan makanan sudah siap, dan akan segera didistribusikan,” ujarnya.

Beberapa hari kemudian, tersangka tidak memberikan kabar lebih lanjut. Dan ini membuat anggota cadangan mulai curiga. Salah satu anggota cadangan, Ilma Dwi Rosita, 29 tahun, warga Dusun Kedungringin / Desa, Kabupaten Muncar, berani menghubungi pelaku, namun tidak bisa karena nomor telepon genggam (HP) miliknya sudah mati. “Di WA (WhatsApp) juga tidak bisa,” ucapnya.

Baca:  Radar Banyuwangi Akan Laporkan Situs https://indonesiaonline.co.id

Karena penasaran, Ilma mendatangi rumah tersangka. Namun, orang yang dicarinya tidak ada dan rumahnya kosong. Dari keterangan seorang tetangga, rumahnya sudah kosong sejak sepekan lalu. Dan itu, membuat konsumen mulai bingung. “Pelanggan akhirnya melaporkannya ke polisi,” ujarnya.

Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menemukan tersangka. Saat itu, pelaku tinggal di Hotel Surya Jajag Baru, Kecamatan Gambir. “Kami menangkap pelaku di Hotel Surya Jajag Baru, dan langsung membawanya ke polisi,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, dengan hukuman maksimal lima tahun. “Nasabah tetap datang ke polisi, jumlah simpanannya sekitar Rp 300 juta,” ujarnya.(kri / abi)

Baca:  Vaksinasi Pejabat Publik Dimulai Maret

.

Komentar