Ada Yang Naik Bus hingga Numpang Kendaraan Logistik

by -19 views
Ada Yang Naik Bus hingga Numpang Kendaraan Logistik

RadarBanyuwangi.id – Sosialisasi isolasi di pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang kemarin, banyak wisatawan yang berangkat lebih awal. Mereka mungkin tidak kembali ke rumah pada 6 Mei karena peraturan pemerintah yang bertentangan.

Rata-rata wisatawan yang terjebak dalam isolasi berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka mengaku meninggalkan Bali lebih awal sebelum larangan pulang diberlakukan.

Tak hanya menggunakan kendaraan individu, ada puluhan turis yang naik bus. Salah satu bus yang dihentikan petugas sedang menuju Denpasar-Purwokerto. Bus yang dikemudikan oleh I Nyoman Sri Wandana, 44 tahun, mengangkut 33 wisatawan dari beberapa kota di Bali seperti Badung dan Tabanan. Petugas juga melakukan pengecekan bagasi bus yang berisi tas besar.

Baca:  Siswa Diktaifib Praktek Heliborne Operation

Selain itu, petugas juga menemukan dua sepeda motor matic yang sengaja dimasukkan ke tempat sampah. Karena tidak semua penumpang memiliki dokumen quick test, mereka diminta turun dan melakukan uji GeNose di pintu masuk pelabuhan. “Ini mau ke Purwokerto, memang tidak ada yang bawa ujian cepat karena biasanya tidak ada. Di Gilimanuk juga tidak ada pemeriksaan,” kata Wandana.

Cara pemudik kembali ke kampung halaman juga bervariasi. Beberapa orang menaiki kendaraan logistik untuk mengelabui petugas. Salah satunya dilakukan oleh Ponidi, 60 tahun. Seorang pria asal Singojuruh mengambil mobil pick-up yang biasa digunakan untuk mengangkut sayur mayur dan daun kelapa.

Petugas pun meminta Ponidi mundur, apalagi pria itu tidak membawa dokumen quick test. “Saya hanya ingin pulang,” kata Ponidi singkat.

Baca:  Tiga Pilar Turun dan Tutup Rumah Mesum

Ada juga kendaraan logistik terpercaya dengan berbagai barang seperti sepeda motor dan peralatan rumah tangga. Seperti yang dilakukan Saiful, warga Kabupaten Pasirian, Lumajang. Dia mengaku tetangganya telah meninggalkannya dengan banyak barang. Mereka khawatir tidak bisa menyeberang karena dilarang pulang. “Saya bawa barang dulu, setiap hari saya ke Bali. Orang itu akan mengikutinya,” kata Saiful. (fre / aif)

.

Komentar