Oknum KPLP Jember Tipu Anggota DPRD Rp 300 Juta

by -46 views
Oknum KPLP Jember Tipu Anggota DPRD Rp 300 Juta

RadarBanyuwangi.id – Anggota DPRD Banyuwangi, Patemo, menjadi korban penipuan pelaku Satuan Pengamanan Penjara (KPLP) Jember Wahyu Dhita Putranto, 38. Tak puas, kerugian mencapai Rp 300 juta.

Anggota PDI-P Fraksi DPRD Banyuwangi dari Desa Temurejo, Kabupaten Bangorejo, tergiur oleh pelaku yang mengaku bisa memasukkan anggota keluarganya sebagai instrumen sipil negara (ASN) di jajaran Kementerian Indonesia. Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Pelaku meminta Rp 300 juta,” kata Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono melalui Kanitreskrim Iptu Wignyo Asmoro.

Menurut Wignyo, tuduhan penipuan terhadap korban adalah anggota DPRD Banyuwangi yang terjadi dua tahun lalu. Saat itu, tersangka mengaku kepada korban bahwa dirinya bisa memasukkan anggota keluarganya sebagai ASN di Kementerian Hukum dan HAM. “Dijanjikan tersangka bisa masuk ASN,” jelasnya.

Baca:  Jalan Irian Jaya Juga Direncanakan Dua Arah

Setelah syarat dipenuhi, termasuk membayar Rp 300 juta, tambah Wignyo, janji itu tidak cepat dipenuhi. Pada 20 Maret, korban akhirnya melapor ke polisi. “Dari laporan tersebut kami akan merespon dengan melakukan penelitian,” jelasnya.

Untuk memperjelas kasus ini, pihaknya memanggil Wahyu Dhita Putranto untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Namun setelah dua kali pemanggilan, pejabat KPLP tak kunjung datang. “Akhirnya Senin sore (3/5) kami jemput di kantornya,” ujarnya.

Wignyo menuturkan, dari hasil pemeriksaan, Wahyu mengaku uang sudah diterima. Meski statusnya dinaikkan menjadi tersangka, polisi tidak menangkapnya karena beberapa pertimbangan. Diantaranya, penyidik ​​yakin tersangka tidak akan kabur dan kehilangan barang bukti (BB). “Kami tidak bisa menahannya, kasusnya akan dilanjutkan,” katanya.

Baca:  Mayat Ditemukan Membusuk di Kamar Mandi

Dalam kasus ini, Wignyo menjelaskan, antara korban dan pelaku bisa memilih berdamai. Namun, hal itu tidak serta merta menghentikan proses hukum yang sedang berjalan. “Kami masih menyelidiki, untuk mengetahui kemungkinan korban lainnya,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, penyidik ​​mendakwa tersangka berdasarkan pasal 378–372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman penjara empat tahun. Kasus ini adalah penggelapan dan penipuan, kata Wignyo. (sli / abi/ c1)

.

Komentar