Ijen Sepi, Wisata Pantai Diserbu Pengunjung

by -44 views
Ijen Sepi, Wisata Pantai Diserbu Pengunjung

RadarBanyuwangi.id – Budaya mencair setelah Lebaran sepertinya tidak langsung sirna meski wabah belum berlalu. Meski pemerintah membatasi kuota pariwisata di beberapa destinasi, beberapa tempat wisata pesisir masih diserbu pengunjung.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dua kunjungan ke pantai seperti Grand Watudodol (GWD) dan Pantai Cacalan masih menjadi destinasi favorit. Di GWD, ratusan pengunjung memenuhi berbagai sudut lokasi wisata yang menghadap ke Selat Bali. Ada yang hanya piknik dengan tikar di sepanjang pantai, ada yang mandi dan menyewa kapal pesiar seharga Rp. 10.000 per orang.

Pedagang kaki lima yang menjual tahu dan kelapa muda berkeliling menawarkan wisatawan. Umumnya yang datang ke GWD sudah memakai masker dan cuci tangan. Namun, setelah sampai di kawasan pantai, banyak yang melepas topengnya. Pejabat berulang kali mengingatkan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan selama berada di area GWD.

Baca:  Kasus Korupsi BTN, Jaksa Masih Periksa Saksi OJK

Semakin banyak pengunjung yang datang pada sore hari. Bahkan ada pengunjung yang datang ke GWD dengan menggunakan truk. “Menurut surat edaran Gubernur, kuota di tempat wisata itu 50 persen dari total kuota. Saat masuk seperti ini sulit untuk membatasi. Apalagi yang datang sendiri-sendiri,” kata Kapolsek Wongsorejo Iptu Sudarso.

Mantan Kapolres Tanjungwangi itu hanya bisa memerintahkan anggotanya untuk memperketat protokol kesehatan. Mereka yang datang tetap diminta memakai topeng dan tidak nongkrong berkelompok. “Ada ratusan mobil di parkiran GWD. Datanya belum ada, kita baru bisa ajukan banding,” ucapnya.

Randi, 32 tahun, pengunjung asal Kabupaten Rogojampi, mengatakan berwisata ke GWD sudah menjadi kebiasaan keluarga usai Lebaran. Meski wabah Covid-19 masih berlangsung, ia tetap berpiknik bersama keluarga besarnya ke GWD untuk menikmati suasana pantai. “Hari pertama dan kedua persahabatan, hari ketiga lenyap,” kata sang ayah kepada salah satu putranya.

Baca:  PCNU Banyuwangi Luncurkan NUEKRAF

Keramaian juga bisa dilihat di Pantai Cacalan. Meski tidak meluas, namun tempat wisata yang berada di Lingkungan Sukowidi, Desa Klatak, Kabupaten Kalipuro ini diserbu banyak orang. Mereka mengisi warung-warung di pinggir pantai dan di sebelah selatan yang menyediakan saung bagi pengunjung.

Yang lain menikmati kano. Petugas di pintu masuk melanjutkan penyaringan menggunakan thermo gun bagi pengunjung yang masuk.

Tidak ada batasan yang jelas tentang jumlah pengunjung. Semua wisatawan yang datang masih bisa masuk ke kawasan pantai. Kapolsek Kalipuro Iptu Hadi Waluyo mengatakan anggotanya sedang bersiap di daerah tersebut untuk memastikan protokol kesehatan masih berjalan. “Susah kalau mau dibatasi. Kita hanya bisa memastikan semuanya patuh dengan proses kesehatan yang masuk ke tempat wisata itu,” ucapnya.

Baca:  Asap Raung Masih Condong ke Tenggara

Sementara itu, tempat wisata alam (TWA) Kawah Ijen yang biasanya ramai dikunjungi pengunjung kemarin justru tampak sepi. Kepala TWA Resort Ijen Sigit Haribowo mengatakan hanya 285 pengunjung yang datang akhir pekan lalu. Angka tersebut jauh dari angka kuota yang ditetapkan BKSDA untuk akhir pekan yang sebesar 450 pengunjung.

Sigit mengatakan sepinya pengunjung merupakan salah satu efek isolasi dari arah Bondowoso. Banyak wisatawan mengira Kawah Ijen ditutup selama periode larangan pulang. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan ke kawasan Kawah Ijen. Hitungannya sepi dibanding hari biasa. Sehari sebelumnya hanya 280 pengunjung. Padahal kuota kita untuk hari biasa 350 pengunjung, ”kata Sigit. (fre / aif)

.

Komentar