Gendak Mengajar, Tabrakan, Nyawa Guru Melayang

by -27 views
Gendak Mengajar, Tabrakan, Nyawa Guru Melayang

Radar Banyuwangi.INDO – Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda Beat dan sepeda motor Yamaha Jupiter terjadi di Jalan Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, pada pukul 07.10 kemarin (8/6). Akibat kecelakaan ini, seorang guru sekolah dasar meninggal dunia.

Kejadian bermula saat pengendara sepeda motor baru Honda Beat tanpa nomor polisi (nopol) yang dikemudikan Muryoto, 59, sedang berkendara bersama istrinya, Sri Sundari, 50, warga Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi yang mengemudi dari arah selatan. . Dari arah yang sama persis di depannya, sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor DK 4879 UW dikendarai Masmu’ah, 48 tahun, warga Dusun Jajangsurat, Desa Karangbendo, Kabupaten Rogojampi.

Baca:  Emak-Emak Tewas Menabrak Panther

Sesampainya di Dusun Krajan, Desa Benelan Lor, Muryoto tidak mengetahui ada kendaraan yang hendak menyeberang ke kanan. Karena jarak yang terlalu dekat, ia tidak bisa mengontrol kecepatan kendaraannya hingga terjadi tabrakan. “Saksi di tempat kejadian mengatakan sepeda motor Yamaha Jupiter berjalan lambat dan berbelok ke kanan. Karena jarak terlalu dekat, bagian depan sepeda motor Honda Beat menabrak bagian samping Yamaha Jupiter,” kata Kapolsek Rogojampi Ipda Suharto.

Akibat tabrakan dua kendaraan tersebut, Sri Sundari mengalami luka serius di bagian kepala. Guru SD tersebut kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi. Sri mengalami pendarahan hebat di hidung dan telinga kanannya. Segera setelah itu, Sri Sundari dinyatakan meninggal.

Baca:  Motor Vs Truk, Pemotor Tewas

Sedangkan Muryoto, suami Sri, mengalami luka di kedua siku, sobek di pelipis kanan, dan lecet di kedua tangan. Sedangkan pengendara Jupiter, Masmu’ah, mengalami luka memar di kaki kiri, tangan kiri, dan lecet di tangan dan kaki kanan. Seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut langsung dilarikan dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

Sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan itu juga rusak di dek kiri bawah. Di lokasi kejadian, kondisi jalan cukup baik. Hanya saja posisi jalannya agak menanjak dan berkelok-kelok. “Penyebab kecelakaan itu diduga karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor,” kata Suharto kepada RadarBanyuwangi.id.

Salah satu tetangga korban, Bintoro, mengaku pagi itu Sri Sundari hendak pergi mengajar di SDN Gombolirang ditemani suaminya, Muryoto. “Ini baru pemakaman. Puan Sri Sundari orangnya baik, saya juga kaget mendengar kabar duka ini,” kata Bintoro.

Baca:  Ternak di Lereng Raung Tidak Mau Makan

Di lokasi kejadian, kata Bintoro, sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Tak hanya pagi, sore hingga malam, kecelakaan di jalan raya pun kerap terjadi. “Daerah ini memiliki jalan yang lurus dan bagus, namun sering terjadi kecelakaan di sana,” kata Bintoro. (ddy / bay/ c1)

.

Komentar