Tangkal Hama Tikus dengan Tyto Alba

by -32 views
Tangkal Hama Tikus dengan Tyto Alba

RadarBanyuwangi.id – Merebaknya hama tikus di persawahan di Kabupaten Bangorejo tidak membuat panik petani di daerah lain. Terutama yang mengembangkan budidaya burung hantu (burhan) Tyto Alba.

Petani di Desa Wringinrejo, Kabupaten Gambir, sudah lama beternak burung hantu di sawah dengan memasang gupon. “Burung hantu makan tikus,” jelas M. Zuhdi, 35, petani asal Desa Wringinrejo, Kabupaten Gambir.

Menurut Zuhdi, serangan tikus yang terjadi di persawahan Kabupaten Bangorejo tidak bisa menular ke daerah lain, apalagi yang letaknya jauh. “Tikus-tikus itu menyebar di sekitar mereka, pindah ke daerah lain, tidak bisa,” kata Zuhdi kepada RadarBanyuwangi.id.

Hanya saja, jelasnya, serangan tikus bisa terjadi di mana saja. Mereka tidak masalah karena memiliki predator alami tikus, yaitu burung hantu (burhan) Tyto Alba. “Kami yakin burhan bisa mencegah datangnya tikus,” jelasnya.

Baca:  Muatan Overload Salah Satu Penyebab Jalan Rusak

Sejak sawah dipasang gupon untuk burung hantu, jelasnya, petani merasa tikus liar berkurang drastis. Budidaya burung hantu, sudah berlangsung lebih dari lima tahun. “Sekarang semakin banyak guppy, tikus pasti berkurang,” jelasnya.

Petani lainnya, M. Ikhwan, 38 tahun, warga Desa Wringinrejo menyatakan, kehadiran Tyto Alba dinilai sangat bermanfaat. Bahkan, mereka tidak hanya melestarikan, tetapi juga melarang perburuan burung. “Selama ada burung hantu, kemungkinan besar tikus akan muncul,” katanya.(sli / abi)

.

Komentar