440 Pekerja Migran Pulang Kampung

by -3 views
440 Pekerja Migran Pulang Kampung

RadarBanyuwangi.id – Arus pulang Tenaga Kerja Indonesia (PMI) dari luar negeri ke Banyuwangi belum berakhir. Meski Idul Fitri sudah tiga pekan berlalu, hingga kemarin (11/6) masih ada PMI yang datang ke Banyuwangi. Begitu sampai, mereka langsung menjalani isolasi di Slippery Training Center.

Dari catatan Puskesmas Licin, kemarin ada dua PMI yang datang lagi ke Banyuwangi. Dengan tambahan ini, sebanyak 442 PMI telah kembali sejak awal Mei. Sebanyak 423 orang telah menyelesaikan masa segregasi dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Sisanya masih menjalani isolasi sambil menunggu jadwal tes swab.

Menurut RadarBanyuwangi.id, pahlawan devisa harus menjalani karantina selama dua hari. Sebelumnya, mereka diharuskan menjalani tes swab oleh petugas kesehatan di Slippery Training Center.

Baca:  Dua Penumpang Kapal Feri dari Raas Reaktif

Kepala Puskesmas Licin, dr. Nira Ista Dewi mengatakan, dari 442 PMI yang datang dari luar negeri selama sebulan terakhir, ada lima yang positif Covid-19. Tiga dari mereka telah menyelesaikan masa pengasingan dan diizinkan untuk kembali. Dua lainnya baru dipulangkan kemarin setelah menjalani masa isolasi selama sepuluh hari di Slippery Training Center. “Sudah ada lima PMI sejak awal dibuka kembali pusat pelatihan untuk karantina. Kami akan pisahkan yang positif dari PMI yang baru datang,” jelas Nira.

Rata-rata PMI yang kembali ke Banyuwangi dalam keadaan sehat. Sebelum dipulangkan, tentunya ada pemeriksaan kesehatan di negara asalnya. Kemarin (10/9) ada temuan, salah satu PMI mengalami cedera akibat diabetesnya. Temuan lain, tiga orang PMI mengalami depresi. Selama proses karantina mereka diberikan perlakuan khusus.

Baca:  Mendagri Tito Sebut MPP Bisa Percepat Kebangkitan Ekonomi

Setelah keluar dari Balai Latihan Lancar, mereka menjalani perawatan lanjutan di puskesmas atau fasilitas kesehatan di wilayahnya masing-masing. “Kami belum tahu sampai kapan PMI terus berdatangan. Selama masih ada, petugas akan tetap siap di pusat pelatihan,” kata Nira.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, Dr. Widji Lestariono menambahkan Slippery Training Center dinilai efektif dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dari luar negeri yang masuk ke Banyuwangi. “Meski sudah ada pemeriksaan di bandara, kami tetap melakukan pemeriksaan berlapis untuk mencegah penularan virus dari luar negeri,” pungkasnya. (gratis / aif/ c1)

.

Komentar