Askab PSSI Upayakan Anggaran Untuk BP dan Persewangi

by -7 views
Askab PSSI Upayakan Anggaran Untuk BP dan Persewangi

RadarBanyuwangi.id – Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional mulai digalakkan di Banyuwangi. Kamis (17/6) lalu ASkab PSSI mengumpulkan dua klub Liga 3 asal Banyuwangi, yakni Persewangi dan Banyuwangi Putra (BP), untuk merealisasikan Instruksi Presiden tersebut.

Jika Inpres tersebut dilaksanakan, Persewangi dan BP berpotensi mendapat bantuan keuangan langsung dari Pemkab Banyuwangi. Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo mengatakan, ada beberapa poin dalam Inpres yang ditujukan untuk mendorong perkembangan sepak bola di daerah tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur sepakbola, kompetisi amatir, TC untuk pelatih dan wasit, hingga penyelenggaraan kompetisi kelompok umur.

Bentuk insentif ini kemudian dapat diwujudkan dengan bantuan anggaran dari pemerintah kabupaten untuk klub-klub di daerah. Di Banyuwangi, menurut Agung, ada dua klub yang berlaga di Liga 3. Keduanya berbadan hukum dan diakui Asprov PSSI Jawa Timur. “Ini salah satu langkah untuk mempercepat sepak bola. Ke depan klub-klub yang sudah memiliki payung hukum ini akan mendapat estimasi dari pemerintah baik melalui KONI maupun Dispora,” jelas Agung kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca:  Empat Personil BPBD Positif Covid-19 Pasca Latihan Selam

Adapun berapa anggaran yang dibutuhkan untuk klub-klub tersebut, itu tergantung kemampuan APBD. Seberapa besar kemampuan keuangan daerah akan mempengaruhi seberapa efektif upaya percepatan sepak bola. “Kalau target lolos ke Liga 2 minimal Rp 1,5 miliar untuk satu klub. Dalam waktu dekat kita akan audiensi dengan Dispora dan KONI. Nanti akan kami informasikan kepada bupati tentang pendanaan Inpres nomor 3 tahun ini. 2019,” jelas Agung.

Anggota DPRD Banyuwangi menambahkan, saat ini Askab belum bisa berbuat banyak untuk mendorong sepakbola di Banyuwangi karena minimnya anggaran. Askkab mendapat bantuan dari pemerintah sekitar Rp 20 juta untuk satu tahun kerja. Padahal, di kota-kota lain dana untuk Askab mencapai ratusan juta rupiah.

Baca:  Mulai Disidang, Enam Terdakwa Dolar Palsu Saling Jadi Saksi

“Dengan anggaran yang kami kelola, kami tidak bisa mensubsidi klub. Kemudian, jika dana dari pemerintah keluar, anggaran itu akan diberikan langsung ke klub. Ini salah satu upaya kami untuk lebih serius menangani sepak bola,” kata Agung. . (gratis / aif/ c1)

.

Komentar