Lagi, Pemadam Kebakaran Jinakkan Ular Liar

by -4 views
Lagi, Pemadam Kebakaran Jinakkan Ular Liar

RadarBanyuwangi.id – Petugas pemadam kebakaran tidak hanya siap memadamkan api saat kebakaran terjadi. Namun mereka juga harus siap menghadapi binatang berbahaya, seperti ular. Ya, mereka sering dihubungi oleh masyarakat untuk menangkap hewan berbisa tersebut.

Khairul Umam segera mengangkat telepon. Dia menyadari bahwa orang di ujung telepon membutuhkan bantuannya. Tentu saja, pria yang memanggilnya meminta bantuan untuk menangkap ular yang masuk ke rumahnya.

Umam segera menghubungi beberapa temannya. Tak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian. Saat itu pukul 12:43 malam itu. “Ular itu langsung kami evakuasi di tumpukan besi di halaman salah satu warga,” kata Umam kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca:  Maling Splicer Telkom Akhirnya Diringkus, Pelakukan Warga Bondowoso

Warga yang meminta bantuan berasal dari Kabupaten Asembagus. Diakui Umam, pihaknya harus selalu tanggap jika ada yang meminta bantuan menangkap ular. “Karena berbahaya jika tidak segera ditangani,” katanya kepada wartawan di koran ini, kemarin.

Selain itu, ini adalah bagian dari pekerjaan petugas pemadam kebakaran. Oleh karena itu, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Untuk alasan ini, petugas pemadam kebakaran tidak pernah diintimidasi oleh ular berbisa. “Berangkat dari rasa tanggung jawab teman-teman,” ujarnya.

Diakui Umam, petugas pemadam kebakaran dibekali kemampuan menangkap ular. Karena itu, saat melakukan tangkapan, mereka lebih terlatih. “Ya, ada kemampuan khusus, terutama jika ular itu liar,” tambahnya.

Secara umum, petugas pemadam kebakaran memiliki dua tugas. Yaitu memadamkan api ketika terjadi kebakaran dan penyelamatan. Adapun tugas penyelamatan, tidak sama dengan insiden kebakaran. Umam menjelaskan, penanganan kebakaran sangat mendesak dan harus segera dilakukan. “Jadi saat ada kebakaran, kami langsung tergelincir,” tambahnya.

Baca:  Libur Imlek Kunjungan Wisata Sepi

Sedangkan penyelamatan tergantung kasusnya. Jika tidak mendesak, penanganannya tidak secepat kebakaran. “Masih bisa ditunda. Paling satu dua jam dari laporan, baru kita geser ke lokasi,” pungkasnya. (bib)

.

Komentar