Terpukul PPKM Darurat, PKL Tanyakan Kejelasan Bantuan Kompensasi

by -5 views
Terpukul PPKM Darurat, PKL Tanyakan Kejelasan Bantuan Kompensasi

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai mempertanyakan kejelasan santunan bantuan tunai kepada ribuan warung/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi selama masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) 3-20 Juli mendatang.

Sejumlah PKL merasa tidak pernah mencatat santunan bantuan tunai seperti yang dijanjikan Pemkab Banyuwangi. “Sebagai pedagang, saya tidak pernah tercatat soal santunan bantuan,” kata Heri, salah satu pedagang nasi goreng di Rogojampi.

Menurut Heri, sejak penerapan PPKM Darurat, barang dagangan selalu ditinggalkan karena harus ditutup lebih awal. “Kalau tidak segera ditutup, Satgas Covid-19 Kabupaten Rogojampi akan merobohkannya. Mau tidak mau harus ditutup,” katanya.

Dalam praktiknya, sejak penerapan PPKM Darurat, pendapatannya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Merchandise hanya dibuka pada pukul 18.00 setelah sholat Maghrib. Catatan, tempat barang harus naik di depan toko baru yang tutup pada sore hari. “Kalau buka lebih awal, tidak mungkin toko tutup sebelum magrib. Sedangkan toko saya harus tutup sebelum pukul 20.00,” keluhnya.

Baca:  Pokdarwis Ikut Awasi Pelabuhan Rakyat

Ia berharap bantuan ganti rugi dari Pemkab Banyuwangi kepada para pedagang bisa tepat sasaran, terutama kepada para pedagang yang berjualan di malam hari yang terkena dampak kebijakan darurat PPKM. Hal senada juga diungkapkan Rudi Kawok, salah satu penjual roti bakar dan molen di depan MTs Srono. Menurutnya, hampir semua PKL yang nongkrong di malam hari terkena dampak PPKM Darurat. “Kami para pedagang di Jalan Srono harus sudah siap tutup pukul 19.30,” katanya.

Tepat pukul 20.00, petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri akan kembali ke setiap pedagang dan kios penjual di sepanjang Jalan Srono. Padahal, sebagian besar PKL sudah memahami aturan PPKM Darurat, yaitu tidak menyediakan makanan di tempat dan hanya menyediakan makanan atau dibawa pulang. “Sebenarnya kami sudah memenuhi, tapi kami tidak tahu kenapa kami terus mogok. Padahal, kami sepakat untuk tidak menyajikan makanan di tempat,” jelasnya.

Baca:  Pelantikan Bupati Digelar Secara Virtual

Ia berharap santunan bantuan para pedagang kaki lima yang terkena kebijakan Darurat PPKM ini tepat sasaran. “Hingga hari ini, kami mendengar akan ada bantuan kompensasi. Kami bersama para pedagang kaki lima di Tol Srono tidak merasa ada yang merekam datanya,” ujarnya. (dy/ aif)

.

Komentar