Hujan Dua Jam, Jalan Utama Srono Mirip Sungai

by -45 views
Hujan Dua Jam, Jalan Utama Srono Mirip Sungai

SRONO – Hujan deras yang melanda Distrik Srono dan sekitarnya selama hampir dua jam, menenggelamkan sejumlah ruas jalan protokol, semalam (2/3). Sebaliknya, jalan utama di Desa Kebaman, Kabupaten Srono, tepat di depan MTsN 3 Banyuwangi berubah menjadi sungai.

Air hujan tumpah ke jalan dengan arus deras. Sejumlah dua roda memilih berputar karena takut mesin berhenti dan membentur. Air hujan membanjiri jalan setinggi antara 15 hingga 30 sentimeter. “Air masuk ke knalpot, sehingga mesin sepeda motor rusak,” kata Farid Ardian, 37, salah satu pengemudi asal Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, terjadi hujan karena tidak ada saluran air di sekitar jalan. Sebab, hujan deras yang turun selama dua jam, airnya sudah cukup tinggi. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi, jalur utama menuju Banyuwangi-Jember selalu dilanda banjir. Jika hujan berhenti, air di sisi barat jalan masih akan tergenang.

Baca:  Vaksinasi Wartawan dan Pelayan Publik Dimulai Hari Ini

Peramal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Dita Purnamasari menjelaskan, hingga Maret 2021 kawasan di Kabupaten Banyuwangi masih berada pada puncak musim hujan. Beberapa daerah berpotensi curah hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. “Ini puncak musim hujan,” ucapnya.

Menurut Dita, pada Maret 2021, Banyuwangi akan memasuki masa peralihan musim, dari musim hujan ke musim kemarau. Ia meminta masyarakat mengetahui potensi cuaca ekstrim yang terjadi pada saat pergantian musim, seperti hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang untuk beberapa saat.

“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bencana hidrometeorologi. Waspadai banjir, longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Tetap jangan panik atau takut berlebihan,” ujarnya.(kri / abi)

Baca:  Pungkasi Misa Paskah, Umat Pesta Ingkung

.

Komentar