Fraksi PPP-PKB Usulkan Perda Pesantren

by -23 views
Fraksi PPP-PKB Usulkan Perda Pesantren

CERITA – Pembentukan rancangan peraturan daerah (raperda) pesantren disuarakan oleh fraksi-fraksi PPP dan PKB. Keduanya berupaya memasukkan RUU pesantren dalam program pengembangan peraturan daerah (propemperda) tahun depan.

“Sesuai aturan, pembentukan perda harus melalui perencanaan dan masuk dalam Peraturan Daerah (Proemperda). Makanya biasanya kami usulkan masuk tahun depan,” jelas Ketua Komisi A DPRD Pati Bambang Susilo kepada Jawa Pos Radar Kudus. .

Pria yang juga Ketua DPC PKB Pati ini mengungkapkan pentingnya kehadiran pemerintah daerah dalam membantu pendidikan pesantren yang telah banyak membantu bangsa dan negara.

“Kami akan bantu mengakomodasi kepentingan pesantren agar bisa diperhatikan oleh pemerintah. Saat ini sudah ada undang-undang, karena perlu ditindaklanjuti di tingkat daerah dengan peraturan daerah,” jelas Bambang.

Baca:  PT SMI Sanggup Beri Pinjaman Rp 400 Miliar

Secara terpisah, Sekretaris Fraksi Muslihan PPP juga sepakat bahwa pihaknya akan berupaya memasukkan rencana hukum pesantren ini dalam ProPemperda 2022 mendatang. Saat ini, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan fraksi lain.

Muslihan menilai keberadaan pesantren di Indonesia diakui sebagai lembaga pendidikan Islam swasta yang merupakan bagian dari sistem pendidikan Indonesia yang memiliki peran strategis di masyarakat, dan memiliki kontribusi nyata dalam membangun generasi umat Islam di negeri ini.

“Kami berharap Raperda ini membawa kemajuan bagi pesantren. Wajar jika petani mendapat perhatian ekstra untuk diberikan jaminan hukum, perlindungan dan pembangunan yang memadai sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” kata Muslihan. .

Baca:  Targetkan Raih KLA Nindya

Fraksi PPP, lanjut Muslihan, akan selalu memberikan komitmen dan mengutamakan pembentukan peraturan pesantren di Kabupaten Pati yang dapat digunakan untuk memberikan kepastian dan jaminan hukum dalam membangun pesantren yang lebih baik dan modern ke depan. Dengan menjaga ciri khas pesantren dan otonomi pesantren agar terus melahirkan generasi keimanan yang berkarakter, mencintai tanah air dan maju.

“Kami akan coba utamakan. Karena ini salah satu hal yang dipercayakan para sesepuh di pesantren untuk memperjuangkan regulasi daerah ini,” pungkasnya.

.

Komentar