Dua Dukun Pengganda Uang Rp 15 Miliar Asal Bojonegoro Dibekuk di Blora

by -20 views
Dua Dukun Pengganda Uang Rp 15 Miliar Asal Bojonegoro Dibekuk di Blora

BLORA Dua dukun MAT dan NI palsu warga Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditangkap polisi tadi malam. Keduanya diduga melakukan praktik penipuan dengan menjadi dukun yang mampu menutupi uang tanpa pengorbanan.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mendapatkan beberapa barang bukti. Mulai dari 3 HP, satu motor Honda Vario, uang tunai Rp. 2.850.000. Selanjutnya, kemeja hitam coklat, topi hijau, sarung kotak-kotak dongker biru dan 2 dupa sisa digunakan dalam upacara tersebut.

Selain itu, 2 buah peniti, kain hitam dan satu kantong kain hitam berisi daun dan kulit bambu. Kapolsek Blora AKBP Wiraga Dimas Tama melalui Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana mengungkapkan, situasi bermula saat korban Ali Zaenal Abidin, warga Desa Tebet Timur, Kabupaten Tebet, Jakarta Selatan membuat postingan di akun Facebook-nya dengan kata-kata yang muncul untuk goib. duit yang bisa ketemu live Rabu, (31/3) kemarin.

Baca:  Jalin Kerjasama, Canangkan Birokrasi Bersih

Selanjutnya, korban menerima Inbox dalam pesan Facebook dari akun bernama Nur Rahmat yang mengatakan bahwa temannya bisa membuatnya tanpa pengorbanan. Selanjutnya berikan nomor WA.

Saya tidak tahu setan apa yang merasuki korban. Mendapatkan Inbox, korban hanya mempercayainya. Hingga akhirnya ada komunikasi melalui WA dan korban bertekad pergi ke Cepu untuk menemui tersangka.

“Karena korban tertarik, maka pembicaraan dilanjutkan melalui Whatsapp dan korban diminta datang ke Cepu,” jelas AKP Agus Budiana.

Kemudian, pada Senin (5/4) pukul 13.00, korban tiba di Cepu. Dijemput di terminal Cepu oleh salah satu pelaku yang mengaku bernama Nur Rahmat. Kemudian diajak ke tempat ritual di makam Kampung Nglebok, Desa Tambakromo, Cepu. Sesampainya di tempat, Nur Rahmat memanggil seorang teman bernama Ote untuk pergi ke tempat ritual. Selanjutnya, korban dijemput di bawah pohon bambu dekat kuburan dan Nur Rahmat menunggu di depan kuburan. Kemudian Ote melakukan ritual tersebut. ” dia menambahkan.

Baca:  Perbaikan Jembatan Kembar Menunggu Renja

Caranya, korban memasukkan uang dan ponsel ke dalam tas kain hitam. Lebih lanjut, korban dijanjikan uangnya akan berlipat ganda menjadi Rp15 miliar. Karena merasa percaya diri dan percaya, korban akhirnya menuruti keinginan pelaku dan diminta memegang tas kain hitam dan menutup matanya selama 3 menit.

Sayangnya, setelah korban membuka matanya, kedua pelaku sudah tidak ada. Dengan curiga, korban membuka tas kain hitam yang disediakan. Masalahnya, alih-alih uang, ada daun bambu dan kulit kayu. Sementara itu, uang dan ponsel hilang atau hilang.

“Jadi Nur Rahmat dan Ote hanya nama samaran untuk mengelabui korban. Karena kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta. Kemudian pelapor melaporkan hal tersebut ke Polsek Cepu,” imbuhnya.

Baca:  Katanya Ditambal, kok Masih Berlubang?

Setelah melakukan penyelidikan dan bekerja sama dengan Tim Buser Satreskrim Polres Bojonegoro, Bareskrim Polsek Cepu, mereka akhirnya berhasil menangkap pelaku di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. “Untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” ujarnya.

.

Komentar