Menjelang Pilkades Serentak di Pati, Polisi Tangkap 15 Botoh

by -21 views
Menjelang Pilkades Serentak di Pati, Polisi Tangkap 15 Botoh

CERITA – Polisi Pati menangkap 15 tersangka dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pati. Mereka semua aman sejak 13 Maret hingga kemarin dari lima distrik. Termasuk, Kecamatan Cluwak, Margorejo, Wedarijaksa, Tayu, dan Batangan.

Rinciannya, di Kabupaten Cluwak, tersangka ditangkap polisi, YE dan J. Dengan barang bukti Rp. 4 juta. Di Margorejo, polisi mengamankan AR, SI, dan SP dengan barang bukti Rp 96 juta. Sedangkan di Kabupaten Wedarijaksa, A, M, SK, SG, dan N berhasil diamankan dengan bukti Rp 57,6 juta. Sedangkan di Kabupaten Tayu, AP dan SN diamankan dengan bukti Rp 6 juta. Sedangkan di Kabupaten Batangan J, S, dan L dijamin dengan bukti Rp 19 juta.

Baca:  PKL Simpang Tujuh Segera Direlokasi

Pelaku memanfaatkan pilkade serentak yang akan digelar pada 10 April sebagai wahana judi.

Tersangka diperlihatkan di Mabes Polres Pati dalam jumpa pers kemarin. Ke-13 tersangka itu mengenakan pakaian biru. Tangan mereka diborgol. Beberapa diborgol. Sedangkan satu tersangka lainnya tidak hadir karena sakit.

Selain 13 tersangka, polisi juga menunjukkan barang bukti (BB) berupa uang dan buku rekening. Barang itu dibungkus plastik dan meja coklat diletakkan di tempat BB berada.

“Penemuannya pada 31 Maret. Satgas telah dibentuk untuk mengantisipasi gangguan pada Pilkada serentak pada 10 April,” kata Kapolres AKBP Pati Arie Prasetya Syafa’at kemarin.

Partainya telah mengumpulkan 58 orang ke dalam satuan tugas di seluruh desa. Tim ini akan melanjutkan selama pilkade.

Baca:  Pihak Hotel Tak Datang, Mediasi Gagal

“Sampai saat ini (kemarin, Merah), dari 215 desa yang menggelar pilkade, kami menemukan 15 tersangka botoh. Dari pengakuan itu, baru kali ini dilakukan,” ujarnya.

Kasatreskrim AKP Ghala Rimba Doa Serrang mengatakan, tersangka divonis antara 1 hingga 1,5 tahun. Sementara itu, mereka menangkap seorang tersangka dari warga desa yang melakukan Pilkades sendiri.

“Mungkin ada pemain dari luar yang memanfaatkan situasi Pilkades ini. Kami masih melakukan penyelidikan. Jika ada yang ditangkap, kami akan membebaskannya lagi,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau untuk tidak tertarik dengan pemain botoh ini. Ini agar Pilkades berjalan dengan aman, damai dan sehat pada saat yang bersamaan.

“Kalau masyarakat mendapat informasi terkait perjudian (botoh) atau politik uang, bisa dilaporkan ke kami. Nanti akan kami tindaklanjuti,” ujarnya. (adr)

Baca:  Pembatasan Jam Operasional 15 Pasar Dicabut

.

Komentar