Dua Oknum Perangkat Desa di Pati Terjaring Razia Karaoke

by -47 views
Dua Oknum Perangkat Desa di Pati Terjaring Razia Karaoke

CERITA – Calon terpilih kepala desa (cakades) dan kepala desa (kades) di Kabupaten Pati tertangkap dalam razia hiburan tadi malam (29/4) pukul 22.00. Mereka berasal dari berbagai kecamatan, Wedarijaksa dan Gabus.

Kedua aparat desa itu kedapatan menikmati hiburan malam di karaoke Pati. Mereka terjebak dalam razia pengawas karaoke yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Pati.

“Ramadhan ini, semua karaoke dengan dan tanpa izin harus ditutup. Sesuai Perbub No 66/2020,” kata Sekretaris Satpol PP Pati Imam Kartiko kemarin.

KENA CIDUK: Sejumlah pegawai karaoke yang ditangkap Satpol PP bersama Polres Pati saat razia hiburan malam direkam dan diberi pembatasan di kantor Satpol PP kemarin.
(ANDRE FAIDHIL FALAH / SUCI RADAR)

Penggerebekan dilakukan di lima tempat. Termasuk Diva Karaoke, karaoke Hotel Baru mereka, karaoke di RM. Sapterenggo, Yuni Karaoke, dan Rose Karaoke.

Baca:  Latnister Dulu Biar Makin Mahir

“Orang dilarang mengunjungi klub malam dan publik selama pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” kata Imam.

Selain aparat desa, beberapa juga terjebak dalam penggerebekan tersebut. Yakni, pengusaha karaoke, pekerja, dan pengunjung lainnya. Total, ada 70 orang yang ditahan Satpol PP dan Polres yang akan dikenai sanksi denda mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.

Bagi pengusaha, dendanya Rp 1 juta. Sedangkan pengunjung, pemandu karaoke, dan pekerja dikenakan denda Rp 100.000. Sedangkan kepala desa mendapat denda Rp 300 ribu dan kepala desa Rp 100 ribu karena tidak diangkat, katanya.

Bupati Pati Haryanto menambahkan, sanksi tersebut jelas sesuai dengan Permenkes No. 66 tahun 2020. Ia sangat menyayangkan unsur kepala desa dan kepala desa. Bulan lalu juga terjadi penggerebekan di tempat dan tempat yang sama. “Seseorang ditangkap lagi,” katanya.

Baca:  Mahir Beladiri, Juga Piawai Hadrah

Padahal, menurut dia, kita sudah memberikan instruksi kepada kepala desa. Ini karena menjadi kepala desa adalah pemimpin. Harus menjadi panutan. “Saya sudah memberi nasehat. Pemimpin harus memberi contoh yang baik. Filosofi ngarso sung tulodho, di tengah membangun karso, tut wuri handayani harus diikuti,” kata bupati dua periode itu.

Ia menjelaskan, kepala desa dan lurah beserta puluhan orang lainnya yang tertangkap dalam penggerebekan telah dibawa ke markas Satpol PP. Mereka semua adalah penyeka antigen. Untungnya hasilnya semuanya negatif. (adr)

.

Komentar