Buba’an Hills di Jollong Pati Jadi Daya Tarik Baru Wisata Alam

by -14 views
Buba’an Hills di Jollong Pati Jadi Daya Tarik Baru Wisata Alam

CERITA – Agrowisata Jollong di Desa Sitiluhur, Kabupaten Gembong, memiliki daya tarik wisata alam baru. Namanya Perbukitan Buba’an. Tur ini menawarkan panorama alam dan udara sejuk Pegunungan Muria. Wisata ini berlokasi di kompleks Bukit Naga (Jollong 2).

Untuk menuju tempat wisata yang dioperasikan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX ini, pengunjung harus siap mental karena tergolong ekstrim. Medannya berupa jalan yang kotor dan berbatu yang hanya bisa dilalui oleh ojek dan jeep.

Dari tempat ini pengunjung bisa melihat puncak gunung yang diselimuti kabut. Melihat ke arah tebing ke arah tenggara, tersaji pemandangan dua buah waduk yaitu Waduk Seloromo dan Waduk Gunungrowo.

Baca:    Dari 10 Saksi, Tiga Jadi Tersangka

DIREKOMENDASIKAN: Pengunjung berfoto bersama di perkemahan Bubaan Hills di distrik Jollong 2.
(ACHMAD ULIL ALBAB / RADAR SUCI)

Puncak bukit juga tertata rapi seperti taman, dengan deretan tanaman hias yang tertata rapi.

Supervisor Agrowisata Jollong Haris Darmono mengungkapkan, konsep Bukit Buba’an adalah tempat berkemah, selain wisata alam untuk melihat matahari terbit dan terbenam.

Di Buba’an Hills, fasilitas kamar mandi telah dibangun, gazebo besar untuk ibadah dan relaksasi, dan penerangan matahari.

“Ini sudah terbuka untuk umum, beberapa kendaraan kita. Jadi, bayar tiket masuk Rp 10 ribu untuk ke sana. Bisa naik motor, kalau rombongan kita melengkapi jipnya,” terangnya.

Ia menambahkan, pengunjung yang ingin berkemah / bermalam di Buba’an Hills tentunya akan dikenakan harga yang berbeda.

Baca:  Mudik Dilarang, Terminal di Jepara akan Ditutup Pekan Depan

Salah satu pengunjung, Umar Hanafi, 29 tahun, menilai Bukit Buba’an sangat indah. Twilight sangat cocok untuk menikmati wisata ini.

“Ini pertama kalinya saya berada disini. Saya kebetulan diundang oleh seorang teman dari sini. Pemandangannya sangat bagus dan udaranya sejuk. Pagi hari suasananya akan lebih baik, “kata salah satu pengunjung dari Desa Sundoluhur, Kayen.

.

Komentar