Pendaftaran Peserta Didik Baru Digelar Serentak di 61 SMP dan 374 SD

by -18 views
Pendaftaran Peserta Didik Baru Digelar Serentak di 61 SMP dan 374 SD

REMBANG, – Pendaftaran Siswa Baru (PPDB) SD / SMP dilaksanakan serentak di Kabupaten Rembang. Rinciannya 61 sekolah dan 374 sekolah dasar. Periode pendaftaran dibuka tiga hari ke depan atau hingga Rabu (5/5) berikutnya. PPDB Pantaun Jawa Pos Radar Kudus hari pertama berjalan dengan lancar. Terlihat bahwa sekolah-sekolah di kota tidak mengantri dan memperebutkan kursi seperti tahun sebelumnya. Mereka datang sesuai jadwal yang buka mulai pukul 08:00 hingga 12:00.

Ini bisa dilihat di SMPN 2 Rembang. Sekolah dengan kuota 288 kursi untuk sembilan kelompok belajar (kelas). Ada sembilan counter yang dilakukan. Sehingga prokes bisa terlaksana.

“Kamar dengan kapasitas 32 bagi yang masuk dibagi dua shift. Tujuannya agar tidak ada keramaian. Sebaliknya kalau bukan pandemi biasanya cukup tiga loket. Namun di lapangan sekitar pukul 09.00 masing-masing. kamar masih terbuka, ”kata Kepala SMPN 2 Rembang, Nur Hasan.

Baca:  Pj Sekda Rembang Diperpanjang Tiga Bulan Lagi

Hasan menuturkan, kebiasaan antri sejak subuh sudah tidak ada lagi. Karena PPDB bukanlah masalah tergesa-gesa. Karena cepat, tidak menjamin penerimaan. “Yang paling penting adalah memenuhi syarat apakah itu zonasi, penegasan, transfer atau pencapaian. Sesuai juknis dinas pendidikan, ”jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang melihat langsung pelaksanaan PPDB. Fokus pemantauan dilakukan di sekolah menengah pertama besar. Karena ada banyak sekali kelas. Jadi prokes harus dijalankan.

Insyaallah tidak ada konsentrasi siswa, kata Lilik Murdiatno, Kepala Pengembangan Sekolah Menengah Dasar Dindikpora Rembang, seusai pantauan kemarin.

Penerapan PPDB memiliki kebijakan yang sedikit berbeda. Yang pertama adalah jalan penegasan. Dari dalam zonasi sebesar 13 persen, di luar zonasi sebesar 2 persen. Jalan pencapaian lainnya. Ada dua tingkat I, II dan III yang sejajar dengan SD asli yang dibuktikan dengan surat kepala sekolah. Yang terakhir memiliki sertifikat penghargaan sesuai dengan kompetisi yang ditetapkan oleh dinas pendidikan. Untuk zonasi minimal 50 persen.

Baca:  Apes, “Rp 1,2 Miliar” Terbakar

.

Komentar