Dinas Kesehatan Blora Temukan Krupuk Positif Rhodamin di Pasar

by -25 views
Dinas Kesehatan Blora Temukan Krupuk Positif Rhodamin di Pasar

BLORA, – Pantau sejumlah produk makanan dan minuman (mamin) di sejumlah pasar tradisional dan modern di Blora dan Rembang. Di Bandar Garam, tim pemantau menemukan makanan yang sudah habis. Dan di Blora, tim menemukan Rhodamin B. positif.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofi’I melalui Penyuluh Obat dan Makanan Purnomo mengatakan, di Kabupaten Rembang rata-rata ditemukan mi instan atau sachet atau minuman cair. Penemuan itu dilakukan Kamis (29/5) lalu. Demikian juga, itu berlanjut minggu ini. Namun hasilnya masih proses rekap.

“Kamis kemarin kami temukan produk kadaluwarsa. Tepatnya saat pengawasan di Sumber dan Kaliori. Sebagian besar berupa mi instan dan sachet cair,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Baca:  Pasopati Strategi Peningkatan Kinerja Pengawasan Dewan

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora bersama tim gabungan melakukan penyisiran makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya di pasar tradisional. Dari 21 sampel makanan yang diambil, ditemukan 4 jenis makanan yang mengandung pewarna tekstil yaitu Rhodamin B. Yaitu kerupuk pasir, kerupuk pasir merah, kerupuk rantang kuning, dan kerupuk merah.

Kepala Bidang Apotek, Makanan dan Minuman, dan Alat Kesehatan (Kasi Farmmalkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Siti Mahfullah, mengatakan penyisiran dilakukan untuk mengantisipasi oknum distributor atau pengecer yang mengedarkan makanan yang mengandung zat berbahaya. Sebab, biasanya menjelang hari raya, komoditas masyarakat untuk membeli bahan pangan melonjak.

“Kami bekerja sama dengan tim gabungan Polri, Kesejahteraan Rakyat, Satpol PP, Disdag dan Dispertan, serta bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang. Kami mengujinya untuk Rhodamin B, kuning metanyl, formalin dan boraks. Dari Dari 21 sampel yang kami ambil, ada 4 makanan positif mengandung Rhodamin B, ”kata Siti Mahfullah di Pasar Jepang, kemarin.

Baca:  Jangan Lengah, Disiplin Terapkan Prokes

Menurutnya, Rhodamin B merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewarna dasar pada tekstil dan kertas. Bahan ini sebenarnya bukan untuk makanan. Karena bisa melukai mata, merusak liver, tumor liver, dan menjadi karsinogenik. Larangan itu jelas dari Menteri Kesehatan (Permenkes) No.722 / Menkes / Per / V / 85. “Zat pewarna ini mengandung zat pengotor yang terbukti menyebabkan kanker. Fitur sederhana. Salah satunya warnanya yang mencolok, dan cenderung bersinar, ”ujarnya.

Ia meminta masyarakat untuk lebih waspada dan selalu menjaga kesehatannya. Apalagi situasi saat ini masih mewabah. “Cintai tubuhmu, kesehatanmu dan keluargamu. Ayo makan makanan yang bebas zat berbahaya,” imbuhnya.

.

Komentar